Fotografer Ini Diamankan Saat Bawa Tembakau Ghanesa dari Bali

Tembakau dipesan dari Bali, melalui Instagram itu seharga Rp 600 ribu per bungkus. Efeknya 10 kali lebih kuat dibanding tembakau gorilla dan ganja

Fotografer Ini Diamankan Saat Bawa Tembakau Ghanesa dari Bali
Tribun Kaltim/Christoper D
JH (duduk sebelah kiri) saat dimintai keterangan oleh Kasat Reskoba Polresta Samarinda, Kompol Belny Warlansyah, dan Kasubah Humas Polres, Iptu Hardi, Jumat (2/12/2016). 

Laporan wartawan tribunkaltim.co, Christoper D

TRIBUNNEWS.COM, SAMARINDA - Jajaran kepolisian dari Satreskoba Polresta Samarinda, mengamankan seorang lelaki yang berprofesi sebagai fotografer, yang diduga memiliki narkoba jenis baru.

Pangkapan pria tambun, berinisial JH (36), disalah satu cafe di jalan AW Syahranie, Kamis (1/12) malam kemarin itu, didapati satu bungkus tembakau ghanesa, yang memiliki efek 10 kali lebih kuat dibandingkan tembakau gorilla dan ganja.

Tembakau yang dipesan JH dari Bali, melalui media sosial Instagram itu seharga Rp 600 ribu per bungkus, dan telah digunakan satu bungkus, yang dicampur dengan rokok.

Kendati demikian, kepolisian masih mendalami lagi kandungan dari tembakau tersebut, dan saat ini JH masih berstatus terperiksa.

"Ini jenis baru, tapi dari literatur yang kami baca, tembakau ini lebih kuat dibandingkan dengan tembakau gorilla, dan kami duga jenis ini merupakan salah satu jenis ganja sintetis," kata  Kasat Reskoba Polresta Samarinda, Kompol Belny Warlansyah, Jumat (2/12/2016).

Selain mengamankan satu bungkus tembakau ghanesa, kepolisian juga mengamankan satu bungkus lainnya yang isinya telah habis, dan juga mengamankan kendaraan roda JH.

Efek dari menggunakan tembakau itu sendiri, akan mengakibatkan penggunanya mengalami halusinasi dan mabuk.

"Dari hasil komunikasi kami dengan BNN, mereka tidak pernah tangani kasus jenis tembakau ini, tapi kami masih punya wakti 3x24 jam untuk periksa JH, dan juga melakukan pemeriksaan dari kandungan tembakau itu," ucapnya. 

Editor: Eko Sutriyanto
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com © 2016
About Us
Help