21 TKI Asal NTT Meninggal di Malaysia selama Dua Bulan

sebanyak 21 Tenaga Kerja Indonesia (TKI) asal NTT meninggal di Malaysia dalam waktu dua bulan belakangan.

21 TKI Asal NTT Meninggal di Malaysia selama Dua Bulan
Tribun Medan/DANIL SIREGAR
Sejumlah calon TKI ketika diamankan petugas di Kantor Imigrasi Medan, Sumatera Utara, Jumat (17/3/2017). Pihak Imigrasi Medan berhasil mengagalkan upaya keberangkatan 13 orang calon tenaga kerja Indonesia (TKI) asal Pulau Jawa secara ilegal yang akan bekerja di luar negeri melalui Bandara Internasional Kualanamu. TRIBUN MEDAN/DANIL SIREGAR 

TRIBUNNEWS.COM, KUPANG - Kepala Badan Pelayanan, Penempatan, dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia (BP3TKI) Nusa Tenggara Timur (NTT) Tato Tirang mengungkapkan, sebanyak 21 Tenaga Kerja Indonesia (TKI) asal NTT meninggal di Malaysia dalam waktu dua bulan belakangan.

Menurut Tirang, sebagian besar TKI yang meninggal di Malaysia adalah laki laki dan berasal dari Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS).

Sisanya dari, Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU), Malaka, Belu dan Ende.

“Dari 21 TKI yang meninggal saat bekerja di Malaysia itu, hanya dua orang yang sah dan legal, sedangkan sisanya illegal," kata Turang kepada Kompas.com di Kupang, Sabtu (18/3/2017).

Sebanyak 18 TKI yang meninggal, lanjut Tirang, dipulangkan ke kampung halamannya di NTT.

Sedangkan tiga orang dimakamkan di Malaysia, karena tidak memiliki alamat yang lengkap di NTT.

“Yang dikuburkan di Malaysia itu kita tidak tahu dari kabupaten mana, karena berangkatnya illegal sehingga kita tidak tahu asalnya dari mana. Alamatnya pun hanya tertulis dari NTT, sehingga kalaupun dikirim ke sini kita tentu bingung mau cari di mana alamatnya,” kata Tirang.

Menurut dia, puluhan TKI itu kebanyakan bekerja sebagai pekerja kebun dan asisten rumah tangga.

Sebanyak lima orang menjadi korban kapal tenggelam dan dua tenggelam saat memancing di sungai. Mayoritas sisanya meninggal karena sakit.

Tirang menjelaskan, TKI ilegal sangat berpeluang sakit dan meninggal di Malaysia karena berangkat secara tanpa dokumen pemeriksaan kesehatan yang sah.

"Sehingga mungkin penyakit yang dibawanya dari kampung tidak diobati dan sampai Malaysia akhirnya meninggal," kata dia.(Kontributor Kupang, Sigiranus Marutho Bere)

Editor: Sanusi
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved