Layanan Striptis Bertarif Rp 400 Ribu Per Jam di Komplek Sunan Kuning Terungkap

Jajaran Subdit IV/Renakta Ditreskrimum Polda Jateng mengungkap layanan striptis di komplek Sunan Kuning, Semarang Barat, Kamis (2/3/2017).

Layanan Striptis Bertarif Rp 400 Ribu Per Jam di Komplek Sunan Kuning Terungkap
Tribun Jateng/Daniel Ari Purnomo
Kepala Bidang Humas Polda Jateng, Kombes Pol Djarod Padakova (tengah) memperlihatkan barang bukti kasus pornografi dan eksploitasi anak, saat menggelar pers rilis di lobi kantor Ditreskrimum, Senin (20/3/2017). TRIBUN JATENG/DANIEL ARI PURNOMO 

Laporan Wartawan Tribun Jateng, Daniel Ari Purnomo

TRIBUNNEWS.COM, SEMARANG - Jajaran Subdit IV/Renakta Ditreskrimum Polda Jateng mengungkap layanan striptis di komplek Sunan Kuning, Semarang Barat, Kamis (2/3/2017) lalu, sekitar pukul 22.00 WIB.

"Saat penyelidikan, anggota kami mendapati ada dua perempuan tanpa busana, sedang menemani tamu sebagai pemandu lagu. Salah satu perempuan itu masih bawah umur," ungkap Kepala Bidang Humas Polda Jateng, Kombes Pol Djarod Padakova, saat menggelar pers rilis di lobi kantor Ditreskrimum, Senin (20/3/2017).

Dua perempuan disewa tamunya di room dua, tempat karaoke BB1. Tarif layanan bugil itu dibanderol Rp 400 ribu per jam, tiap penari.

Semua orang dalam room itu pun diperiksa aparat. Empat orang pun ditahan.

Mereka adalah DP (23), LS (22), PW (46) dan GPA (26) sang penari striptease.

Sedangkan perempuan bawah umur yang menjadi korban adalah W (17), warga Boja, Kendal. Ia memiliki satu anak.

"Kami mendapat informasi dari warga. Langsung tindak lanjut pengungkapan. Ternyata benar adanya," imbuh Djarod.

Pasal yang dilanggar adalah Undang-Undang nomor 44 tahun 2008, tentang pornografi.

Selain itu, pasal 30 dan atau 34, dan atau 36. Ancaman hukuman pidana penjara paling lama 10 tahun dan atau pidana denda paling banyak Rp 5 miliar.

Halaman
12
Editor: Dewi Agustina
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

berita POPULER

TRIBUNnews.com © 2017
About Us
Help