Kecelakaan Maut di Puncak

Direktur Keuangan PT Kunci Inti Transindo: Bus yang Mengalami Kecelakaan Bukan Armada Kami

PT Kunci Inti Transindo (Kitrans) menyangkal bertanggungjawab atas insiden kecelakaan lalu lintas di jalur Puncak, Desa Ciloto, Kabupaten Cianjur.

Direktur Keuangan PT Kunci Inti Transindo: Bus yang Mengalami Kecelakaan Bukan Armada Kami
ISTIMEWA
Kondisi mobil Toyota Avanza warna Silver B 1608 BKV korban laka maut bus pariwisata Kitrans di Jl Raya Ciloto, Puncak, Minggu (30/4/2017). 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - PT Kunci Inti Transindo (Kitrans) menyangkal bertanggungjawab atas insiden kecelakaan lalu lintas di jalur Puncak, Desa Ciloto, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, Minggu (30/4/2017) lalu.

Sebab, perusahaan yang berdiri sejak 2003 itu tidak melayani jasa pariwisata berupa penyedia armada transportasi bus.

Direktur Keuangan PT Kunci Inti Transindo, Amat Saeni memastikan, pihaknya merupakan perusahaan di bidang ekspedisi, yang melayani jasa pengiriman barang menggunakan multi moda.

Kendati demikian, perusahaan yang beralamat di kompleks Lodan Center Blok R nomor 3, Jalan Lodan Raya, Ancol, Kitrans merupakan merek dagang yang berasal dari nama PT Kunci Inti Transindo.

Amat mengemukakan, PT Kunci Inti Transindo/Kitrans bergerak dalam bidang Freight Forwarder baik domestik maupun internasional.

"Bus yang mengalami kecelakaan tersebut bukan armada kami. Armada PT Kunci Inti Transindo berupa trailer, truck dan pickup. PT Kunci Inti Transindo tidak mempunyai armada bus," tutur Amat Saeni, kepada wartawan, Rabu (3/5/2017).

Ia menjelaskan, Kitrans tidak mempunyai alamat situs kitrans.blogspot.com, seperti yang tercantum di bagian belakang bus.

Sementara itu, situs resmi Kitrans yakni kitransnet.com. Dia menduga, penyebutan "Bus Kitrans" muncul karena alamat situs tersebut.

"PT Kunci Inti Transindo tidak mempunyai blogspot dengan nama kitrans.blogspot.com. Website PT Kunci Inti Transindo adalah www.Kitransnet.com," kata dia.

Bus pariwisata Kitrans B 7057 BGA yang tengah melaju dari Puncak ke kawasan Ciloto mengalami rem blong, kemudian menghantam sembilan kendaraan bermotor roda empat dan roda dua, serta satu warung kopi.

Halaman
1234
Penulis: Glery Lazuardi
Editor: Dewi Agustina
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com © 2017
About Us
Help