Kecelakaan Maut di Puncak

Sempat Menghilang Kernet Bus Kitrans Ternyata Berada di Rumah Sang Sopir

Junaedi, pria berusia 35 tahun yang turut mengalami kecelakaan maut di jalan raya Puncak, Ciloto dicokok polisi, Rabu (3/5/2017) lalu.

Sempat Menghilang Kernet Bus Kitrans Ternyata Berada di Rumah Sang Sopir
ISTIMEWA
Kondisi mobil Toyota Avanza warna Silver B 1608 BKV korban laka maut bus pariwisata Kitrans di Jl Raya Ciloto, Puncak, Minggu (30/4/2017). 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Teka-teki keberadaan kernet bus maut, PO Kitrans akhirnya terungkap.

Junaedi, pria berusia 35 tahun yang turut mengalami kecelakaan maut di jalan raya Puncak, Ciloto, Kecamatan Cipanas, Kabupaten Cianjur, dicokok polisi, Rabu (3/5/2017) lalu.

Pria yang sempat menghilang pasca kecelakaan yang menewaskan 12 orang dan menyebabkan puluhan lainnya mengalami luka-luka diamankan petugas di rumah Suyono (50), sopir bus yang tewas dalam kecelakaan tersebut.

Kabid Humas Polda Jabar, Kombes Yusri Yunus mengatakan, keberadaan kernet itu diketahui saat penyidik dari Unit Laka Lantas Cianjur sedang mendatangi rumah duka sopir bus yang menjadi salah satu korban tewas tragedi kecelakaan di Cipanas, Cianjur.

"Kami amankan pada hari Rabu kemarin di rumah sopir di Kedoya, Jakarta Barat. Jadi antara sopir dan kernetnya ini masih ada hubungan keluarga," ujar Kombes Yusri, Kamis (4/5/2017).

Junaedi mengalami luka di punggung dan rusuk akibat kecelakaan maut tersebut. Kendati demikian, polisi tetap membawa Junaedi ke Mapolres Cianjur untuk dimintai keterangan.

Seperti diberitakan sebelumnya, kernet bus maut yang menjadi saksi kunci kecelakaan beruntun menghilang pasca kejadian.

Dirlantas Polda Jabar, Kombes Tomex Korniawan mengatakan, pihaknya masih mencari keberadaan kernet bus bernomor polisi B 7057 BGA yang membawa rombongan dari Jakarta itu.

"Menurut informasi salah seorang penumpang yang selamat, kernetnya pakai baju biru bergaris," ujarnya.

Tak hanya itu, pihaknya pun sudah mencoba mencari keberadaan sang kernet yang memiliki ciri-ciri rambut lurus, berbadan kurus serta memiliki tinggi sekitar 165 centimeter ke RSUD Cimacan tempat para korban mendapatkan perawatan medis.

"Sudah dicari di rumah sakit Cianjur tapi tidak ada, kami juga belum bisa memastikan apakah kernet ini selamat atau tidak," kata Tomex saat itu.

Halaman
1234
Editor: Dewi Agustina
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com © 2017
About Us
Help