Kabupaten Demak Miliki Empat Ekowisata Mangrove

Kabupaten Demak, Jawa Tengah, kini memiliki empat destinasi mangrove setelah hadirnya tiga ekowisata mangrove di Kecamatan Wedung.

Kabupaten Demak Miliki Empat Ekowisata Mangrove
Tribun Jateng/Rival Almanaf
Perahu wisatawan mengelilingi hutan mangrove di Desa Berahan Wetan, Kecamatan Wedung, Kabupaten Demak, Jawa Tengah, Rabu (10/5/2017). TRIBUN JATENG/RIVAL ALMANAF 

Laporan Wartawan Tribun Jateng, Rival Almanaf

TRIBUNNEWS.COM, DEMAK - Kabupaten Demak, Jawa Tengah, kini memiliki empat destinasi mangrove setelah hadirnya tiga ekowisata mangrove di Kecamatan Wedung.

Ekowisata mangrovoe di Pantai Morosari, Sayung, yang lebih dulu diresmikan.

Bupati Demak M Natsir yang meresmikan objek wisata baru tersebut menjelaskan tidak mudah mengubah mindset masyarakat untuk menanam pohon bakau.

"Masyarakat pesisir beranggapan jika lahan ditanami bakau akan membuat ikan bandeng tidak kunjung gemuk, nah ini susah. Padahal banyak juga yang bertani tambak," ungkap Natsir pada Rabu (10/5/2017).

Pemahaman pohon bakau tidak akan mempengaruhi hasil tambak bandeng itulah yang kini sedang dikampanyekan Pemkab Batang. Padahal pohon bakau berfungsi untuk menahan abrasi.

"Kami bekerjasama dengan relawan PMI yakni tim Sibat untuk mengimbau masyarakat, mereka sebelumnya telah dibekali pelatihan pengelolaan pesisir terpadu, pengembangan mangrove dan mata pencaharian alternatif," Natsir menambahkan.

Ia berharap lebatnya hutan bakau di pesisir pantai Demak akan membentuk sabuk hijau yang menyelamatkan pantai dari abrasi.

Menurut Natsir, pohon mangrove dapat juga meningkatkan pendapatan daerah dan masyarakat melalui sektor pariwisata.

Editor: Y Gustaman
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved