Pompa Mesin PDAM Ngadat, Warga di Kecamatan Sembawa Gunakan Air Parit

Padahal, warga dibebankan Rp 60 ribu untuk mendapatkan air dari PDAM. Jumlah itu mengalami kenaikan karena sebelumnya warga membayar Rp 20 ribu.

Laporan Wartawan Tribunsumsel.com, Defri Irawan

TRIBUNNEWS.COM, BANYUASIN - Warga enam desa di Kecamatan Sembawa, Kabupaten Banyuasin, Sumatera Selatan, kesulitan mendapat pasokan air bersih.

Desa itu antara lain, Desa Pulau Harapan, Desa Sembawa, Desa Lalang Sembawa, desa Mainan, Desa Rejodadi, dan Desa Purwosari.

Belakanan diketahui mesin pompa PDAM Tirta Betuah di Desa Tanjung Menang, mengalami kerusakan, sehingga tak bisa mengalirkan air dan mendistribusikannya ke rumah-rumah warga. 

"Sekitar 2,5 bulan air PDAM tidak mengalir, kami kesulitan memenuhi air bersih. Bahkan ada warga yang menggunakan air parit untuk kebutuhan sehari-hari," kata Ishak, Kepalada Desa Rejohadi.

Warga Rejodadi bernama Ridho satu di antaranya. Ia dan keluarganya terpaksa menggunakan air parit untuk kebutuhan mandi dan mencuci.

Padahal, warga dibebankan Rp 60 ribu untuk mendapatkan air dari PDAM. Jumlah itu mengalami kenaikan karena sebelumnya warga membayar Rp 20 ribu. 

"Kami tidak menikmati airnya, tetapi kami dikenakan beban setiap bulan Rp 60 ribu. Saya sengaja belum mau bayar karena tidak ada air yang kami nikmati," lanjut Ridho.

Edi, warga lainnya, terpaksa membeli air bersih. Ia mengeluarkan kocek Rp 200 ribu. Air itu hanya bisa bertahan untuk memenuhi kebutuhan selama sepekan.

"Bayangkan pengeluaran kami semakin besar, apalagi bulan puasa nanti," keluhnya.

Anggota DPRD Banyuasin Suistigal akan menyampaikan keluhan warga ini ke Pemerintah Kabupaten Banyuasin.

"Kita minta carikan solusinya agar tidak berlanjut-lanjut," ujarnya.(*)

Editor: Willem Jonata
Sumber: Tribun Sumsel
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com © 2017
About Us
Help