Pilkada Jabar

Ormas Tolak Cagub Jabar Perempuan, PKS: Kami Tidak Pernah Membedakan Gender

PKS diketahui berencana mengusung Netty Prasetiyani Heryawan sebagai kandidat Cagub Jabar berdasarkan hasil Pemira DPW PKS.

Ormas Tolak Cagub Jabar Perempuan, PKS: Kami Tidak Pernah Membedakan Gender
dok. Pemprov Jabar
Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan (Aher) pada pada pencanangan komitmen bersama ‘cuci tangan sebagai kebiasaan’, bersama kurang lebih 1000 pelajar tingkat Sekolah Dasar (SD), serta Ketua TP PKK Netty Heryawan, Kepala Dinas Kesehatan Jawa Barat Alma Lucyati, dan jajaran Forkopimda Jabar lainnya, di area Parkir Timur Gedung Sate Bandung, Rabu (26/10/2016). 

TRIBUNNEWS.COM, BANDUNG - DPP Partai Keadilan Sejahtera (PKS) menanggapi santai sikap sejumlah ormas yang tergabung dalam Aliansi Masyarakat Peduli Jawa Barat yang menolak kandidat cagub perempuan dalam Pilkada Jabar 2018.

PKS diketahui berencana mengusung Netty Prasetiyani Heryawan sebagai kandidat Cagub Jabar berdasarkan hasil Pemira DPW PKS.

"Kami menghormati sikap teman-teman dari AMPJ tersebut yang menolak Cagub Jabar perempuan. Kami mah santai karena itu hak mereka," kata Ketua DPP Bidang Pemuda DPP PKS Mardani Ali Sera, seusai menghadiri Diskusi Publik "Penguatan Islam Politik Pasca 212" di Bandung, Selasa (31/5/2017).

Ia menuturkan, munculnya nama Netty Heryawan sebagai salah seorang kandidat cagub Jabar 2018 berdasarkan hasil Pemira DPW PKS merupakan realita. Ia menghargai hasil tersebut.

"PKS sangat menghargai proses dan munculnya dua nama yakni Pak Ahmad Syaikhu dan Ibu Netty Prasetiyani Heryawan tersebut itu tidak secara tiba-tiba tapi berdasarkan proses, yakni hasil Pemira. Kalau saat itu ada nama perempuan Netty Heryawan yang muncul, itu merupakan realita kader PKS," tuturnya.

Terlebih, lanjut Mardani, saat ini bisa dikatakan eranya "the age of women" dan PKS tidak pernah membedakan kader laki-laki dan perempuan dalam berkarya.

"Jadi mau dia laki-laki atau perempuan, asalnya dia punya kualitas dan integritas, maka wajar kalau demikian. Tetapi yang memutuskan kan tetap Badan Pekerja Majelis Syuro," imbuh dia.

Selain itu, munculnya nama istri Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan sebagai kandidat Cagub Jabar 2018 mematahkan opini PKS bahwa partai ini tidak peka terhadap gender. "Contoh lain, pengganti Fahri Hamzah adalah Ibu Ledia Hanifah. Kalau ini sukses maka akan jadi sejarah bahwa ada Wakil Ketua DPR RI perempuan dari PKS," ucapnya.

Sebelumnya, sejumlah ormas Islam yang tergabung dalam Aliansi Masyarakat Peduli Jawa Barat (AMPJ) menolak kandidat Calon Gubernur Jabar 2018 perempuan yang diusung oleh partai politik karena hal tersebut bertentangan dengan ajaran Islam.

"Atas dasar pandangan para ulama serta berbagai kajian secara mendalam di antara ormas-ormas Islam maka kami tidak sepakat dan secara tegas menolak kepemimpinan perempuan dalam prosesi Pilgub Jabar 2018," kata Ketua Presidium AMPJ HM Roinul Balad.

Penolakan terhadap kandidat Cagub Jabar 2018 tersebut, kata Roinul, ditujukan kepada Partai Keadilan Sejahtera (PKS) yang berdasarkan hasil Pemira DPW PKS Jawa Barat yang memunculkan nama Netty Prasetiyani Heryawan sebagai kandidat calon kepala daerah di Provinsi Jawa Barat.

"Untuk itu, kami mohon kepada pimpinan PKS baik di Jabar atau pusat untuk mempertimbangkan kembali pengusungan kepemimpinan perempuan di Pilgub Jabar," kata dia.

Berita ini telah ditayangkan di Kompas.com dengan judul: Ormas Tolak Cagub Jabar Perempuan, PKS Sebut Tak Bedakan Gender

Editor: Malvyandie Haryadi
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com © 2017
About Us
Help