Diteriaki Korban Polisi, Geng Motor Para Jomblo Pilih Kabur

"Kami itu bukan anak geng motor, bukan klub motor, cuma grup Pablo namanya, Pablo itu Para Jomblo"

Diteriaki Korban Polisi, Geng Motor Para Jomblo Pilih Kabur
net
Ilustrasi 

Laporan Wartawan Tribun Pontianak, Tito Ramadhani

TRIBUNNEWS.COM, PONTIANAK -
Satu di antara anggota geng motor Para Jomblo atau Pablo, NM alias Jaky (20), mengaku ikut bersama sembilan rekannya mengeroyok polisi yang hendak membantu korban balap liar.

"Dia memang mau menolong, ramai orang yang melihat. Terus ada orang yang tak senang gara-gara dibubarkan," cerita Jaky usai diamankan di Polresta Pontianak pada Minggu (11/6/2017).

"Sesudah itu saya hampiri untuk melihat. Pas dia kena keroyok saya pun ikut mengeroyoknya juga."

Baca: Geng Motor Para Jomblo Aniaya Polisi Penolong Korban Balap Liar

Tidak semua pelaku pengeroyokan Jaky kenal. Ia hanya mengenal empat temannya yang lain sesama anggota geng motor Pablo. Sementara pelaku lainnya bukan anggota geng motor Pablo. 

Ia berdalih saat itu berniat hanya untuk melihat orang balapan. Tiba-tiba datang polisi membubarkan. Mereka yang tak senang mengajak pria yang belakangan diketahui sebagai polisi berkelahi. Jaky ikut mengeroyoknya.

Pria baru lulus SMU ini belum memutuskan akan bekerja atau kuliah. Selama ini ia mengisi hari-harinya dengan berkumpul bersama teman-temannya anggota geng motor Pablo di Jalan Tebu, Pontianak Barat.

"Kawan-kawan saya itu, Jack, Do'it, Rio dan Deo. Kami itu bukan anak geng motor, bukan klub motor, cuma grup Pablo namanya, Pablo itu Para Jomblo. Cuma grup kumpul-kumpul, biasanya kumpul di Jalan Tebu, balap liar sih sudah lama dah ndak, tapi pernah. Motor saya sekarang pakai knalpot racing. Kami itu ngumpul-ngumpul biasa saja, grup Pablo itu. Kami nongkrong biasanya di warung nasi kuning di Jalan Tebu," terang dia.

Ia dan keempat temannya semula tak mengetahui pria yang dipukul adalah anggota Polri. Setelah korban berteriak sebagai anggota Polri, Jaky dan teman-temannya kabur.

"Saya mukul dua kali, kena di bahunya. Kejadiannya di depan Gereja Katedral. Di situ ada kecelakaan, terus saya sama kawan-kawan datangi. Orang mukul, saya mukul juga sama kawan-kawan saya," aku dia.

Penulis: Tito Ramadhani
Editor: Y Gustaman
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com © 2017
About Us
Help