Ibu Hamil Dalang Pembunuhan, Korban Dimasukkan ke Dalam Karung

Wanita hamil tujuh bulan menjadi otak pembunuhan berencana terhadap Basiyem, yang mayatnya dimasukkan ke karung dan dibuang ke hutan pinus.

Ibu Hamil Dalang Pembunuhan, Korban Dimasukkan ke Dalam Karung
Dokumentasi Humas Polres Kebumen
Ditemukan mayat wanita dibungkus dalam karung di hutan pinus milik Perhutani di Desa Kenteng, Kecamatan Sempor, Kebumen, Rabu (14/6/17) malam. DOKUMENTASI HUMAS POLRES KEBUMEN 

Laporan Wartawan Tribun Jateng, Iswidodo

TRIBUNNEWS.COM, KEBUMEN - Kasus penemuan mayat perempuan dalam karung di hutan pinus Perhutani, Kecamatan Sempor, Kebumen, Rabu (1/6/2017) terungkap.

Unit Reskrim Polsek Sempor dan Unit Resmob Sat Reskrim Polres Kebumen, Minggu (18/6/2017), berhasil menangkap tiga orang diduga kuat terlibat pembunuhan.

Ketiga orang tersebut adalah PK (34), wanita hamil tujuh bulan asal Desa Gumelemwetan, Kecamatan Susukan, Banjarnegara; SH (35), warga Desa Blimbing, Kecamatan Mandiraja, Banjarnegara; dan EK (42), warga Dukuh Purwareja, Desa Purworejo, Klampok, Banjarnegara.

Polisi menangkap ketiganya di rumah masing-masing. Mereka tak memberikan perlawanan kepada polisi ketika ditangkap.

Kapolres Kebumen AKBP Titi Hastuti menjelaskan hasil pemeriksaan para tersangka terungkap, motif utama adalah permasalahan uang antara korban Basiyem, warga Desa Jati, Binangun, Cilacap dengan tersangka PK. Keduanya saling mengenal.

"Korban dan tersangka PK sudah saling berkenalan sejak tahun 2013. Waktu itu Korban Basiyem pernah minta tolong ke tersangka PK untuk mencarikan dukun yang bisa menyembuhkan sakitnya," ujar Titi dalam keterangannya, Selasa (20/6/2017).

Setelah Basiyem sembuh, ia dan PK ereka jarang berkomunikasi lagi. Keduanya berhubungan lagi saat anak korban sakit akibat kecelakaan dan harus dirawat di Rumah Sakit Dr. Margono, Purwokerto, di tahun yang sama.

Korban meminta tolong kepada PK yang mempunyai latar belakang pendidikan keperawatan untuk merawat anaknya selama dan sepulangnya dari rumah sakit.

Pada Desember 2016, setelah bercerai dengan suaminya, Basiyem menjual rumah dan tanahnya di Binangun, Cilacap dan tinggal di Banjarnegara bersama tersangka PK.

Halaman
1234
Editor: Y Gustaman
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com © 2017
About Us
Help