Kalau di Tempat Lain Dilarang, Tapi Wali Kota Salatiga Tetap Izinkan PNS Mudik Pakai Mobil Dinas

Wali Kota Salatiga Yuliyanto tetap memberikan izin kepada para aparatur sipil negara (ASN) di Lingkungan Pemkot Salatiga yang hendak menggunakan mobil

Kalau di Tempat Lain Dilarang, Tapi Wali Kota Salatiga Tetap Izinkan PNS Mudik Pakai Mobil Dinas
tribunjateng/deni setiawan
Wali Kota Salatiga Yuliyanto 

Laporan Wartawan Tribun Jateng, Deni Setiawan

TRIBUNNEWS.COM, SALATIGA - Masih sama seperti di tahun sebelumnya, pada libur Lebaran 2017 ini, Wali Kota Salatiga Yuliyanto tetap memberikan izin kepada para aparatur sipil negara (ASN) di Lingkungan Pemkot Salatiga yang hendak menggunakan mobil dinas (operasional) untuk mudik mereka.

“Silakan saja digunakan. Kami tidak melarang kepala organisasi perangkat daerah (OPD) di Lingkungan Pemkot Salatiga ataupun lainnya untuk menggunakan mobil dinas sebagai kendaraan mudik mereka. Meskipun di beberapa daerah dilarang, di tempat kami tidak,” tegas Yuliyanto kepada Tribun Jateng, Senin (19/6/2017) petang.

Di sela-sela Rapat dan Buka Bersama Forum Pimpinan Daerah (Forkopinda) Kota Salatiga, dia mengutarakan, izin penggunaan mobil dinas tersebut secara tertulis tidak ada, hanya sekadar lisan.

Baginya, kebijakan itu sudah bertahun-tahun di saat menyambut musim libur Lebaran di saat dirinya menjabat sebagai orang nomor satu di Kota Salatiga.

“Jika memang ada yang membutuhkan dan menggunakan mobil tersebut untuk mudik, silakan saja. Tetapi tentunya harus patuh terhadap aturan. Jangan sampai mobil tersebut digunakan atau dipinjamkan ke orang lain. Jadi, jika mau digunakan ya harus digunakan sendiri. Dipinjamkan tidak boleh apalagi sampai disewakan ke orang lain, saudara, apalagi orangtuanya,” terangnya.

Menurutnya, Kebijakan tersebut lebih kepada dasar rasa kemanusiaan.

Bukan bermaksud mengindahkan himbauan Pemerintah Pusat atau Pemerintah Provinsi Jawa Tengah seandainya ada aturan larangan penggunaan mobil dinas pemerintahan digunakan untuk mudik.

Terlebih lagi selama dalam penggunaannya dapat dipertanggungjawabkan.

“Kalau kami larang, tentu kami harus pula memikirkan lokasi penampungan sementara seluruh mobil dinas."

"Di tempat kami belum ada lokasi yang representatif termasuk petugas khusus yang harus menjaga serta merawat selama mobil tersebut tidak digunakan untuk operasional kedinasan."

"Karena itu, lebih baik digunakan saja. Terlebih lagi, mereka liburnya hampir 10 hari di musim libur Lebaran tahun ini,” tuturnya. (*)

Editor: Sugiyarto
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com © 2017
About Us
Help