Selama Semester 1 Tahun 2017 Sudah 1.321 WNI/TKI Dideportasi Melalui PLBN Entikong

Sebagian besar pelanggaran yang dilakukan adalah pelanggaran peraturan keimigrasian dan peraturan ketenagakerjaan negara setempat

Selama Semester 1 Tahun 2017 Sudah 1.321 WNI/TKI Dideportasi Melalui PLBN Entikong
dok Tribun Pontianak
Sebanyak 97 orang Tenaga Kerja Indonesia Bermasalah (TKIB) yang dideportasi Pemerintah Malaysia melalui PLBN Entikong, tiba di Dinsos Kalbar, Jalan Sutan Syahrir, Kamis (4/5/2017). 

Laporan Wartawan Tribun Pontianak, Tito Ramadhani

TRIBUNNEWS.COM, PONTIANAK - Imbas dari kejahatan perdagangan manusia atau tindak pidana penempatan dan perlindungan tenaga kerja Indonesia ini, menybabkan cukup banyak WNI atau TKI yang dideportasi dari negara tetangga khususnya Malaysia.

Kasi Penyiapan Penempatan BP3TKI Pontianak, As Syafii menyebutkan, setiap tahun ribuan WNI atau TKI tersebut dideportasi oleh pemerintah Malaysia melalui Pos Lintas Batas Negara (PLBN) Entikong.

Para deportan tersebut telah menjalani hukuman penjara di Sarawak, Malaysia selama beberapa bulan, baru kemudian dideportasi ke Indonesia.

"Sebagian besar pelanggaran yang dilakukan adalah pelanggaran peraturan keimigrasian dan peraturan ketenagakerjaan negara setempat misalnya masuk ke negara setempat tanpa paspor, bekerja tanpa visa kerja atau permit, cap paspor mati, bekerja dengan menggunakan PLB dan lain-lain," ungkapnya, Senin (17/6/2017).

Tindakan deportasi terhadap warga negara Indonesia ataupun TKI yang dilakukan oleh pemerintah Malaysia, masih cukup tinggi setiap tahunnya.

Berdasarkan pendataan dan fasilitasi yang dilakukan oleh BP3TKI Pontianak, melalui unit kerjanya di perbatasan yaitu P4TKI Entikong, bahwa sepanjang tahun 2016 lalu pemerintah Malaysia khususnya wilayah negara bagian Sarawak mendeportasi sebanyak 2.172 orang melalui pintu perbatasan PLBN Entikong.

"Dari data 2.172 orang tersebut sebanyak 989 orang atau sekitar 45,53 persen merupakan warga Kalimantan Barat dan sisanya sebanyak 1.183 orang atau sekitar 54,47 persen berasal dari luar Kalimantan Barat. Berdasarkan jenis kelamin laki-laki sebanyak 1.940 orang dan perempuan sebanyak 232 orang," paparnya.

Adapun yang berasal dari Kalimantan Barat, jika dirinci berdasarkan asal daerah per kabupaten atau kota, berturut-turut dengan jumlah terbanyak adalah Kabupaten Sambas sebanyak 347 orang, Kabupaten Bengkayang 132 orang, Kabupaten Kubu Raya 113 orang, Kabupaten Landak 89 orang.

Kemudian Kota Pontianak 79 orang, Kabupaten Sanggau 62 orang, Kabupaten Mempawah 61 orang, Kota Singkawang 40 orang, Kabupaten Kapuas Hulu 36 orang, Kabupaten Sintang 22 orang, Kabupaten Sekadau 3 orang, Kabupaten Melawi 2 orang, Kabupaten Ketapang 2 orang dan Kabupaten Kayong Utara 1 orang.

Halaman
12
Penulis: Tito Ramadhani
Editor: Eko Sutriyanto
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com © 2017
About Us
Help