Rencana Angkutan Umum Gratis di Blitar Ditolak, Lho Kok Bisa?

Rencana Pemkot Blitar untuk menyediakan angkutan lingkungan kendaraan bermotor (Angling Darmo) yang gratis untuk masyarakat, mendapat penolakan.

Rencana Angkutan Umum Gratis di Blitar Ditolak,  Lho Kok Bisa?
TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN
ilustrasi 

TRIBUNNEWS.COM, BLITAR - Rencana Pemkot Blitar untuk menyediakan angkutan lingkungan kendaraan bermotor (Angling Darmo) yang gratis untuk masyarakat, mendapat penolakan. 

Penolakan ini salah satunya berasal dari para tukang becak. Mereka berpendapat, apabila rencana itu diwujudkan, akan mematikan mata pencaharian mereka. 

Seperti dikatakan, Mujiono (60), tukang becak yang biasa mangkal di depan Stasiun Kota Blitar dan Pasar Wage. Bapak dua anak ini secara terang-terangan menolak rencana Pemkot Blitar mengadakan angkutan lingkungan kendaraan bermotor.

“Sekarang kondisi penumpang sepi, kalau ditambah ada angkutan umum gratis, itu sama dengan mematikan nafkah kami (tukang becak). Terus terang saya tidak setuju dengan rencana itu,” kata Mujiono, Jumat (28/7/2017).

Kondisi penumpang memang sepi. Sekarang banyak warga naik sepeda motor untuk aktivitas di kota. Mujiono yang saat itu mulai mangkal pukul 05.00 WIB hingga menjelang siang baru dapat uang Rp 30.000. Tiap hari, ia mangkal di depan Pasar Wage dan Stasiun Kota Blitar.

“Tukang becak yang mangkal di sini ada sekitar 50-an orang,” ujar pria yang mulai menarik becak sejak 1985 itu.

Hal sama diungkapkan tukang becak lain, Trimo (48).

Warga Kelurahan Kepanjenlor, Kecamatan Kepanjenkidul, Kota Blitar itu sebenarnya menyadari angkutan umum di Kota Blitar minim. Terutama angkutan yang trayeknya dalam kota sekarang nyaris tidak ada yang beroperasi. Sebab kondisi penumpang memang sepi.

Angkutan umum untuk warga di tengah kota hanya tinggal becak dan ojek. Jumlah tukang becak juga lumayan banyak. Ia khawatir kalau benar ada angkutan lingkungan gratis akan berdampak bagi para tukang becak.

“Kalau benar ada angkutan gratis, para tukang becak yang paling kena imbas. Saya minta Pemkot memikirkan lagi rencana itu. Sampai sekarang juga belum ada sosialisasi,” ujarnya.

Editor: Sugiyarto
Sumber: Surya
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com © 2017
About Us
Help