Dusun di Kalbar Ini Raih Penghargaan Program Kampung Iklim KLHK

Kearifan lokal dusun Sungai Langer sangat terasa dalam upaya menjaga hutan lindung Pulo Mas.

Dusun di Kalbar Ini Raih Penghargaan Program Kampung Iklim KLHK
Istimewa/Tribunnews.com
Menteri Kehutanan dan Lingkungan Hidup Siti Nurbaya saat pemberian penghargaan. 

TRIBUNNEWS.COM, SANGGAU - Dusun Sungai Langer, Desa Mengkiang yang terletak di Kecamatan Kapuas, Kabupaten Sanggau, Kalimantan Barat berhasil menyabet penghargaan Program Kampung Iklim Utama tahun 2017 di Auditorium Manggala Wanabhakti.

Penghargaan yang diprakarsai oleh Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) ini diberikan kepada masyarakat di lokasi tertentu yang telah melaksanakan upaya adaptasi dan mitigasi perubahan iklim secara berkelanjutan.

Masyarakat di Dusun Sungai Langer dianggap telah berhasil melakukan transformasi dalam praktik bertani sehingga lebih bertanggung jawab terhadap kelestarian lingkungan. Sebelumnya, selama turun temurun masyarakat menggunakan metode berpindah ladang dengan cara membakar lahan.

Anggota Badan Perusyawaratan Desa (BPD) Desa Mengkiang, sekaligus Ketua Kelompok Tani Tunas Jaya, Daniel atas nama dusun Sungai Langer menerima penghargaan tersebut.

Daniel selama ini dikenal sebagai motor penggerak dalam melakukan transformasi praktik bertani di lingkungan dusunnya.

“Memang tidak semudah membalikkan telapak tangan untuk mengajak para warga, apalagi kebiasaan berpindah ladang sudah dilakukan sejak lama. Mereka perlu contoh keberhasilan, baru mau bergerak.” terang Daniel, Jumat (4/8/2017).

Daniel juga merupakan petani binaan program Desa Makmur Peduli Api (DMPA) yang digagas oleh Asia Pulp & Paper (APP) Sinar Mas melalui perusahaan pemasok bahan bakunya di Kalimantan Barat, PT Finnantara Intiga.

Tidak hanya berorientasi dalam mengubah paradigma lama demi kelestarian lingkungan sekitar, program DMPA juga fokus untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Selain penyediaan lahan beserta peralatan, program DMPA juga membantu ketersediaan bibit, pupuk, herbisida, serta pembinaan cara praktik bertani yang lebih produktif, sampai dengan bantuan pemasaran, sehingga masyarakat tidak perlu lagi berpindah ladang.

Daniel dan kelompok taninya yang beranggotakan 15 orang mendapat bantuan lahan untuk jagung seluas 10 hektar dan sawah tadah hujan sebanyak 2 hektar.

Halaman
12
Editor: Hasanudin Aco
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com © 2017
About Us
Help