Narkoba Dalam Rokok Elektrik Diduga Beredar di Kaltim

Kini bandar maupun pengedar, memiliki banyak cara dan metode untuk mengedarkan narkoba.

Narkoba Dalam Rokok Elektrik Diduga Beredar di Kaltim
Tribunnews.com / Dennis Destryawan
Polisi meringkus tiga pelaku terkait kasus narkotika dalam vape atau rokok elektrik. 

Laporan wartawan tribunkaltim.co, Christoper D

TRIBUNNEWS.COM, SAMARINDA - Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Kaltim, saat ini tengah memantau peredaran narkoba jenis baru, yang bercampur dengan liquid rokok elektrik atau vape.

"Di Kaltim belum ada, tapi kemungkinan beredar Kaltim bisa saja terjadi, terlebih di Kaltim, pengguna rokok elektrik cukup tinggi," ucap Kabid Pemberantasan BNNP Kaltim, AKBP H Tampubolon, Selasa (8/8/2017).

Lanjut dia menjelaskan, bandar maupun pengedar, memiliki banyak cara dan metode untuk mengedarkan narkoba.

Bahkan saat ini para pelaku juga dinilai telah mempelajari metode pengungkapan aparat penegak hukum.

Baca: Dianggap Lebih Aman Penjualan Rokok Elektrik akan Dilegalkan

"Metode yang menarik, dulu kita temui narkoba di permen, yang menarik minat anak-anak, sebagai upaya mereka mencari pelanggan sejak usia dini, jadi kalau sejak kecil sudah jadi pengguna, besarnya jadi pengedar," tuturnya.

"Mereka melihat tren saat ini, tren gunakan rokok elektrik, mereka campurkan dengan narkoba. Seperti tembakau gorila, di Kaltim pernah ada, dan bukan tidak mungkin narkoba di rokok elektrik juga ada di Kaltim," tambahnya.

Dari informasi yang ada, narkoba jenis baru tersebut telah masuk ke Banjarmasin, Kalimantan Selatan, dengan komposisi liquid asli dicampur dengan ganja sintetis.

Baca: Riset di Inggris, Rokok Elektrik Dinilai Lebih Aman dari Rokok Konvensional

Harganya juga tergolong cukup mahal, per 5 ml dijual seharga Rp 500 ribu, dan penjualannya menggunakan sistem online.

"Efeknya kurang lebih flakka, jadi sangat berbahaya. Kami minta warga lebih hati-hati lagi, kalau ada yang menjual narkoba seperti ini, segera laporkan ke kami," ungkap mantan Kepala BNNK Balikpapan itu.

Editor: Eko Sutriyanto
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com © 2018
About Us
Help