Cinta Nenek Tumbuh Saat Memijat Tubuh Sang Perjaka

Pertemuan keduanya berawal ketika Nenek Niah –demikian Wahniah biasa disapa– memijat Nahwani. Wahniah memang berprofesi sebagai tukang pijat

Cinta Nenek Tumbuh Saat Memijat Tubuh Sang Perjaka
Banjarmasin Post
Wania berusia 75 tahun yang menggaet seorang bujang di Amuntai, Hulu Sungai Utara, Kalimantan Selatan bernama Nahwani (39). 

TRIBUNNEWS.COM, AMUNTAI - Pertemuan Nahwani asal Kecamatan Gambut Kabupaten Banjar yang berusia 40 tahun dan Wahniah warga Desa Rantauan Kecamatan Amuntai Tengah Kabupaten Hulu Sungai Utara (HSU), yang telah berusia 78 tahun memang terbilang unik.

Pertemuan keduanya berawal ketika Nenek Niah –demikian Wahniah biasa disapa– memijat Nahwani. Wahniah memang berprofesi sebagai tukang pijat. Beberapa kali bertemu ternyata memunculkan benih cinta di hati Nahwani.

Baca: Nenek 75 Tahun Nikahi Berondong dengan Mahar Rp 12.500, Ini Pengakuannya

Tanpa memedulikan usia Wahniah, Nahwani melamar tukang pijat tersebut.
Gayung bersambut. Wahniah, yang selama ini tinggal sendiri, menerima pinangan Nahwani. Wahniah pun tak memedulikan kekurangan pada Nahwani, yang memiliki cacat pada tangan dan kaki kirinya.

Mereka pun melaksanakan pernikahan siri di Desa Rantauan, Minggu (20/8). Disaksikan warga, Nahwani mempersunting Wahniah dengan mas kawin dua real sesuku atau setara dengan Rp 12.500.

Ini merupakan yang pertama bagi Nahwani. Sedangkan bagi Wahniah, ini merupakan pernikahannya yang kesekian.

Kepada BPost, Wahniah mengaku pernah menikah sebanyak 20 kali. Namun itu bukan keinginannya. Beberapa kali dia ditinggal mati oleh suami dan ada juga yang meninggalkan dirinya tanpa kejelasan.

Dari pernikahan itu, dia sempat memiliki seorang anak tapi kemudian meninggal. Kendati tinggal sendiri di rumah, ada beberapa keluarga yang sering mengunjunginya.

Wahniah berharap ini pernikahannya yang terakhir. "Saya juga harap ini menjadi pernikahan kami yang terakhir," sahut Nahwani.

Nahwani kesehariannya meminta sedekah di pasar-pasar yang ada di HSU. Sebelum di HSU, dia tinggal di Kecamatan Kelua Kabupaten Tabalong juga meminta sedekah. Nahwani mengaku terpaksa meminta-minta karena tidak ada orang yang mau menerimanya sebagai pekerja.

Ke depan, dia berharap bisa membantu pekerjaan sang istri sehingga tidak perlu lagi meminta-minta.

Selain sebagai tukang pijat, Wahniah rajin mencari sayur seperti sulur untuk dijual ke pasar. Di hari pertama menjadi istri Nahwani, Wahnia memasak masakan spesial yaitu ikan bakar khas Amuntai untuk dinikmati bersama sang suami.

Selanjutnya, Nahwani berencana memperkenalkan sang istri kepada keluarganya yang ada di Gambut. "Nanti ingin jalan-jalan dulu ke rumah keluarga suami," ujar Wahniah. (nia)

Editor: Sanusi
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com © 2017
About Us
Help