Kisah Kapolsek Nyamar Jadi PSK, Ditawar Rp 350 Ribu Sekali Kencan

Kapolsek Wedarijaksa, AKP Rochana Sulistyaningrum punya cara ampuh memberantas prostitusi di wilayah hukumnya.

Kisah Kapolsek Nyamar Jadi PSK, Ditawar Rp 350 Ribu Sekali Kencan
capture video
ilustrasi 

TRIBUNNEWS.COM, PATI - Kapolsek Wedarijaksa, AKP Rochana Sulistyaningrum punya cara ampuh memberantas  prostitusi di wilayah hukumnya.

Pasalnya, pada Rabu (30/8/2017) pekan lalu dirinya menyamar sebagai pekerja seks komersial (PSK).

Polsek menggerebek warung yang digunakan praktek prostitusi di Dusun Rames, Sukoharjo, Wedarijaksa, Pati, Kamis (31/8/2017) lalu. (tribunjateng/Rifqi Gozali)
Polsek menggerebek warung yang digunakan praktek prostitusi di Dusun Rames, Sukoharjo, Wedarijaksa, Pati, Kamis (31/8/2017) lalu. (tribunjateng/Rifqi Gozali) 

Aksi tersebut dilakukannya demi menguak praktek prostitusi yang ada di warung kopi esek-esek di dukuh Rames, Sukoharjo, Wedarijaksa, Pati.

Kapolsek menyamar dengan mengenakan daster, sementara Bripda Mira menyamar dengan mengenakan rok mini.

"Kami terpaksa menyamar untuk membuktikan kebenaran informasi yang kami terima dari masyarakat. Butuh alat bukti yang cukup untuk meringkus mucikari dan menetapkannya sebagai tersangka," kata AKP Rochana, Kamis (7/9/2017).

Keduanya mendatangi sebuah warung kopi yang diduga digunakan praktek prostitusi milik Woro Wiratmi pada pukul 19.00 WIB. Pemilik warung tersebut merupakan warga Gunungwungkal, Pati.

Kedua Polwan itu menawarkan diri untuk menjadi PSK lantaran desakan ekonomi.

"Saya sempat takut kalau ada yang mengetahui wajah saya," kata Kapolsek.

Mengenai aksi yang dilakukan itu, AKP Rochana mengatakan terlalu berisiko.

Selain itu, kedua Polwan itu tanpa ada pendampingan sama sekali dari polisi laki-laki.

Halaman
12
Editor: Sugiyarto
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com © 2017
About Us
Help