Misterius, Pria yang Dikenal Baik Ini Ditemukan Membusuk di Kamar Kostnya

Warga di sekitar jalan Agus Salim, gang Tanjung, RT 36, Samarinda Ilir, dibuat geger dengan penemuan mayat seorang pria.

Misterius, Pria yang Dikenal Baik Ini Ditemukan Membusuk di Kamar Kostnya
Tribunnews.com/Ferdinand
ilustrasi

Laporan wartawan tribunkaltim.co, Christoper D

TRIBUNNEWS.COM, SAMARINDA - Warga di sekitar jalan Agus Salim, gang Tanjung, RT 36, Samarinda Ilir, dibuat geger dengan penemuan mayat seorang pria.

Pria yang telah membusuk dan mengeluarkan bau tak sedap itu bernama Hardi (68), yang ditemukan sudah tidak bernyawa di salah satu rumah kost jalan tersebut.

Awal ditemukanya jasad pria yang sehari-hari kerap berada di kantor Badan Pertahanan Nasional (BPN) Kota Samarinda itu, saat pemilik kost hendak menawari makan, namun saat mendorong pintu kamar, ternyata pria tersebut telah terbaring kaku di atas tempat tidurnya.

"Habis magribh ditawarin makan, dipanggil panggil tidak ada respon, lalu saat pintu kamar didorong, ternyata sudah meninggal," ucap M Syarif (49), pemilik kost, Rabu (13/9/2017).

Dari informasi yang ada, korban telah 10 tahun menyewa kamar kost tersebut, namun tidak satupun keluarga korban yang pernah terlihat mendatangi korban, hal itu jugalah yang membuat kepolisian maupun pemilik kost kesulitan mencari keluarga korban.

"Dia sehari hari di BPN, dan sudah lama nyewa disini, tapi saya tidak tahu keluarganya dimana, tidak ada keluarganya yang pernah datang," ucapnya.

"Om (sebutan ke korban) ini baik saya kami, sama tetangga di sini, ramah dan peduli dengan tetangga," tambahnya.

Sementara itu, warga sekitar yang cukup dekat dengan korban mengaku, korban mengidap penyakit penyempitan saraf dibagian pinggang. Bahkan, korban diharuskan terapi setiap Kamis ke rumah sakit.

"Kamis (7/9) lalu seharusnya dia (korban) cek up, tapi dia menolak, alasanya karena sudah capek. Dan, terakhir saya ketemu hari jumat (8/9) saat kebakaran di gang ini," ucap Hartati (34).

Kanit Reskrim Polsekta Samarinda Ilir, Ipda Purwanto menjelaskan, pihaknya masih menunggu hasil visum dari rumah sakit, guna mengetahui penyebab korban tewas.

Namun, dari penglihatan kasat mata, tidak ditemukan bekas adanya luka ditubuh korban.

"Dari informasi warga korban ini sudah laman mengidap penyakit. Saat ini jenazah dilarikan ke rumah sakit untuk dilakukan visum," ucapnya singkat.

Proses evakuasi cukup dramatis, unsur relawan dibantu dengan warga, harus mengeluarkan korban dengan cara menggantung tubuh korban dengan tali, lalu diturunkan ke bawah, hingga akhirnya dapat dimasukan ke ambulance. Pasalnya, kamar kost korban berada di lantai dua rumah kost tersebut. (*)

Editor: Sugiyarto
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com © 2017
About Us
Help