Slank Jualan Minyak dan Dialog dengan Santri di Pondok Pesantren

Mewakili Slank, Kaka merasa bersyukur bisa melakukan pertunjukan pertamanya di Brebes.

Slank Jualan Minyak dan Dialog dengan Santri di Pondok Pesantren
Istimewa/Tribunnews.com
Dengan difasilitasi oleh Asia Pulp & Paper (APP) dan Sinar Mas, Slank menjajakan bazar rakyat minyak goreng murah yang disambut secara antusias oleh warga pondok pesantren Al Hikmah 2 di Brebes. Sekaligus Slank mengisi acara pertunjukan musik dan dialog. 

TRIBUNNEWS.COM, BREBES  - Setelah menyambangi Ciamis, kini giliran Brebes yang disinggahi oleh Slank dalam rangkaian tur Silaturahmi: Merajut Kebangsaan di 4 kota.

Bertempat di Pondok Pesantren Al Hikmah 2 di Desa Benda, Kecamatan Sirampog, Brebes. Slank beserta tamu undangan selain mengisi acara pertunjukan musik juga melakukan dialog, tausiah, serta bakti sosial dengan para santri dan masyarakat.

Dengan difasilitasi oleh Asia Pulp & Paper (APP) dan Sinar Mas, Slank menjajakan bazaar rakyat minyak goreng murah yang disambut secara antusias oleh warga ponpes maupun masyarakat sekitar.

Didampingi oleh budayawan Zastrouw Al Ngatawi, tokoh perempuan yang juga merupakan putri mendiang Presiden RI keempat Gusdur, Yenny Wahid, serta Direktur Asia Pulp & Paper (APP) Sinar Mas Suhendra Wiriadinata, para personel Slank yang terdiri dari Kaka (vokal), Ivanka (bass), Ridho (gitar), dan Bimbim (drum) dengan sabar menyambut animo masyarakat yang membludak dalam bazaar minyak goreng kali ini.

Acara dilanjutkan dengan Dialog Budaya dan Kebangsaan yang dilaksanakan di GOR Ponpes Al Hikmah 2, dihadiri juga oleh Wakil Gubernur Jawa Tengah Heru Sudjatmoko serta Wakil Bupati Brebes, Narjo.

Zastrouw Al Ngatawi membuka dialog dengan menekankan pentingnya menjaga silaturahmi kebangsaan kita, salah satunya melalui rangkaian tur Silaturahmi Merajut Kebangsaan ini. "Agar kokoh, kebangsaan adalah proses yang harus terus menerus diupayakan, dijaga, dan dirawat," ujar Zastrouw, Kamis (14/9/2017).

Wagub Jateng, Heru Sudjatmoko dalam kesempatan yang sama mengapresiasi pesantren khususnya para ulama sebagai garda terdepan dalam tegaknya Negara Kesatuan Republik Indonesia. Heru mengajak agar semua pihak tidak ragu untuk merangkul pesantren dan ulama, karena komitmennya terhadap bangsa dan negara tidak perlu diragukan.

Sementara Yenny Wahid mengingatkan kepada audiens bahwa Indonesia adalah negara yang memfasilitasi dan menjamin umat beragama untuk beribadah dengan tenang. Ini dikarenakan Indonesia memiliki formula khusus, yaitu Pancasila.

"Pancasila merupakan ijtihad para ulama, disepakati dan diterima sebagai dasar negara kita. Pancasila juga memastikan bahwa semua umat beragama di Indonesia harus saling menghormati satu sama lain," terang Yenny.

Direktur APP Sinar Mas, Suhendra Wiriadinata mengaku merasa terpanggil untuk ambil bagian dalam Tur Silaturahmi Merajut Kebangsaan guna menjaga persatuan bangsa.

"Sinar Mas yang sudah berusia 78 tahun berdiri di atas keberagaman. Kami meyakini bahwa keberagaman yang bisa dipersatukan akan menghasilkan sesuatu yang baik dan berkelanjutan," tutur Suhendra.

Puncak rangkaian acara ditutup dengan pertunjukan musik oleh Slank. Sebanyak 13 lagu dibawakan oleh band legendaris yang sudah berkiprah 34 tahun di kancah musik ini.

Ribuan penonton, baik warga ponpes maupun Slankers dari berbagai penjuru kota tampak begitu bersemangat dalam mengikuti alunan musik Slank yang energik, santai, namun sarat akan pesan-pesan moral.

Mewakili personel Slank, Kaka merasa bersyukur bisa melakukan pertunjukan musik pertamanya di Brebes.

"Tadinya Brebes selalu kita lewati saja kalau mau ke Tegal, atau Purwokerto. Kami nggak pernah manggung atau show di Brebes. Gara-gara Sinar Mas, Slank akhirnya bisa mampir ke Brebes," pungkas Kaka.

Editor: Hasanudin Aco
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com © 2017
About Us
Help