Tiga Bandit Spesialis Motor Pelajar Digulung, Begini Modus Pelaku Saat Beraksi

Tiga pelaku perampasan sepeda motor yang kerap beraksi di Surabaya dibekuk tim Anti Bandit Satreskrim Polrestabes Surabaya.

Tiga Bandit Spesialis Motor Pelajar Digulung, Begini Modus Pelaku Saat Beraksi
Surya/Fathkul Alamy
Tiga bandit yang biasa rampas motor pelajar diamankan di gedung Satreskrim Polrestabes Surabaya, Kamis (14/9/2017). 

TRIBUNNEWS.COM, SURABAYA -- Tiga pelaku perampasan sepeda motor yang kerap beraksi di Surabaya dibekuk tim Anti Bandit Satreskrim Polrestabes Surabaya.

Tiga plaku yang digulung polisi, yakni Anam (24) warga Jl Kapasari Pedukuhan, Debi Irawan (24) warga Jl Pakis Gunung dan Ahmaf Eko Fauzi (22) asal Jalan Gembong Surabaya.

Mereka dibekuk di akses Suramadu saat mengirim sepeda motor hasil curian di wilayah Wringinanom Gresik ke Madura pada Rabu (13/9/2017).

Baca: Pembunuh Pasutri Bos Garmen Ingin Membuang Mayat Mereka di Depan Rumah di Pekalongan

Biasanya, para pelaku beraksi dengan modus tanya alamat yang menyasar pelajar sebagai korban.

Dipilihnya pelajar, lantaran dianggap masih lugu.

"Saya pura-pura tanya alamat rumah, setelah ketemu korban saya suruh masuk dan motor saya larikan," kata tersangka Saiful.

Saiful mengaku,
Sudah tiga motor yang berhasil terjual. Dua motor dari Wringinanom, Gresik dan satu dari Sidoarjo.

Kasubbag Humas Polrestabes Surabaya, Kompol Lily Djafar menjelaskan, sesampai di daerah Wringinanom, tersangka DI bersama dua rekannya pura-pura meminta korban dipanggilkan adiknya yang bernama Adit yang rumahnya Wringinanom.

Kepada korban, DI menyampaikan jika dirinya sudah lama tidak bisa bertemu adiknya karena sudah lama tidak pulang di rumah dan takut bertemu dengan orang tuanya.

"Korbannya adalah IN, pelajar SMP yang saat itu melintas di jalan Sumberwaru Gresik, dengan menggunakan sepeda motor Honda Beat nopol W 6906 WG", kata Lily, Kamis (14/9/2017).

Begitu korban masuk, dengan cepat pelaku ini melarikan motor korbannya. Mereka beraksi di daerah tersebut sudah dua kali, sedangkan satu TKP lainnya di daerah Sidoarjo.

Hasil jarahannya semua dijualnya ke penadah di Madura dengan harga jual Rp 3 juta, dan uangnya mereka bagi rata untuk digunakan berjudi burung dara hingga mabuk-mabukan.

Penulis: Fatkul Alamy
Editor: Hendra Gunawan
Sumber: Surya
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com © 2017
About Us
Help