Erupsi Gunung Agung

Aktivitas Penerbangan di Bandara Ngurah Rai Masih Normal

Peningkatan status Gunung Agung dari Siaga manjadi Awas, Jumat (22/9/2017) malam, belum berdampak pada aktivitas penerbangan di Bandara Ngurah Rai.

Aktivitas Penerbangan di Bandara Ngurah Rai Masih Normal
Tribun Bali/Rizal Fanany
Sejumlah penumpang melihat jadwal penerbangan di pintu keberangakatan internasional Bandara Ngurah Rai, Denpasar, Bali, Selasa (27/9/2016). TRIBUN BALI/RIZAL FANANY 

TRIBUNNEWS.COM, MANGUPURA - Peningkatan status Gunung Agung dari Siaga manjadi Awas, Jumat (22/9/2017) malam, belum berdampak pada aktivitas penerbangan di Bandara Ngurah Rai, Bali.

Kepala Humas Bandara Ngurah Rai, Arie Ahsanurrohim mengatakan hingga pukul 11.00 Wita, Sabtu (23/9/2017), penerbangan masih normal.

"Operasional lancar, tidak ada pesawat yang cancel atau reschedule. Sementara masih aman," ujar Arie ketika dikonfirmasi Tribun Bali.

Arie menjelaskan, sepanjang erupsi Gunung Agung dan abu vulkanik belum ada, penerbangan tetap berlangsung normal.

Meskipun demikian, pihak Bandara Ngurah Rai telah menyiapkan beberapa rencana bila kemungkinan terburuk Gunung Agung mengalami erupsi.

Baca: Beberapa Kali Gempa Guncang Bali, Berpusat di Karangasem, Terasa Hingga Denpasar

Pertama, mengaktifkan posko tanggap darurat bencana yang terintegrasi dengan posko keamanan terpadu di terminal kedatangan domestik.

Kedua, menyiapkan help desk airlines kepada penumpang atau pengunjung bandara.

Hal itu untuk mengantisipasi penumpukan penumpang di kantor airlines.

"Itu juga untuk mempermudah akaes informasi status penerbangan bagi calon penumpang," lanjut Arie.

Ketiga, pemberitahuan berupa Notice To Airmen atau NOTAM dari AirNav.

Keempat, menyediakan bus atau kendaraan roda empat sebagai opsi bagi para pengguna jasa bandar udara yang ingin beralih atau mengganti rute lewat jalur darat atau laut.

"Persiapan-persiapan itu juga termuat dalam dokumen yang disebut airport disaster management plan," imbuh Arie.

Editor: Dewi Agustina
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com © 2017
About Us
Help