Kawanan Gajah Masuk ke Perkampungan Lalu Merusak Lima Rumah Warga

Kawanan gajah liar yang berjumlah sekitar 40 ekor yang terbagi dalam empat kelompok memasuki empat perkampungan dan merusak lima rumah warga.

Kawanan Gajah Masuk ke Perkampungan Lalu Merusak Lima Rumah Warga
Serambi Indonesia/Idris Ismail
Aparat TNI bersama warga Kemukiman Gampong Kandang, Kecamatan Sakti, Pidie, mengawasi gajah yang memasuki areak pemukiman. SERAMBI/IDRIS ISMAIL 

TRIBUNNEWS.COM, REDELONG - Kawanan gajah liar yang berjumlah sekitar 40 ekor yang terbagi dalam empat kelompok memasuki empat perkampungan dan merusak lima rumah warga, selain puluhan hektare area pertanian dan perkebunan masyarakat.

Kondisi itu telah terjadi sebulan lebih telah membuat para petani di Kecamatan Pintu Rime Gayo, Bener Meriah takut pergi ke kebun.

Binatang berbelalai panjang itu sudah mulai terdeteksi memasuki perkampungan pada dua hari sebelum Hari Raya Idul Adha 1438 H atau Rabu (30/8/2017).

Empat kampung yang telah menjadi sasaran amukan gajah yakni Alur Gading, Musara Pakat, Singah Mulo, dan Persiapan Sosial Menderek, Kecamatan Pintu Rime Gayo.

"Kawanan gajah ini sudah berada di kawasan pemukiman sejak dua hari sebelum Idul Adha, namun hingga kini belum juga kembali ke habitatnya di hutan," kata Musfida, Reje Kampung Singah Mulo, kepada Serambi, Sabtu (23/9/2017).

Baca: Pernyataan Panglima TNI terkait Senjata Api Ilegal Bisa Timbulkan Keresahan

Dia mengatakan warga dari empat kampung tersebut sudah melakukan audiensi dengan DPRK Bener Meriah beberapa hari lalu, untuk mencari solusi mengusir gajah dari pemukiman penduduk.

Dalam pertemuan itu, pihak dewan meminta lembaga terkait untuk mengusir kawanan gajah itu, karena sudah ada badan yang dibentuk pemerintah.

"Warga merasa takut melakukan aktivitas di kebun, karena kawanan gajah ini jumlahnya puluhan ekor. Bukan itu saja, lima rumah warga juga dirusak," kata dia.

Dia berharap, kawanan gajah liar itu segera diusir, sehingga warga dapat melakukan aktivitas seperti biasa lagi ke kebun.

Halaman
123
Editor: Dewi Agustina
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com © 2018
About Us
Help