Moeldoko Harapkan Tokoh Perubahan Bangsa Lahir dari Santri Ponpes Al-Zaytun

Mantan Panglima TNI Moeldoko menghadiri peringatan Tahun Baru Islam di Pondok Pesantren Ma’had Al-Zaytun, Indramayu, Jumat (21/9).

Moeldoko Harapkan Tokoh Perubahan Bangsa Lahir dari Santri Ponpes Al-Zaytun
ist
Moeldoko Harapkan Tokoh Perubahan Bangsa Lahir dari Santri Ponpes Al-Zaytun 

TRIBUNNEWS.COM, INDRAMAYU - Mantan Panglima TNI Moeldoko menghadiri peringatan Tahun Baru Islam di Pondok Pesantren Mahad Al-Zaytun, Indramayu, Jumat (21/9/2017).

Peringatan itu mengangkat tema Menjunjung Tinggi Kesatuan dan Persatuan Indonesia Raya.
Acara yang dihadiri beberapa tokoh nasional dan berbagai kalangan lintas agama itu juga sekaligus pemancangan patok pertama pembangunan Taman Puspa Kencana dan Danau Tirta Kencana di depan Masjid Rahmatan Lil Alamin.

Lebih dari 25 ribu santri dan wali santri hadir dalam peringatan tersebut. Mereka mendengarkan pidato kebangsaan yang disampaikan Moeldoko.

Setelah menyanyikan Indonesia Raya dengan tiga stanza, Moeldoko menyampaikan bahwa Tahun Baru Islam adalah momentum bagi umat Islam untuk melakukan introspeksi secara kolektif.

Hal itu berguna untuk melakukan hijrah melalui perubahan dari keadaan yang kurang baik menjadi lebih baik.

Dikatakannya, karakter perubahan akan membawa ke sesuatu yang misterius. Seseorang yang sebelumnya bergerak dan melakukan perubahan akan diganti dengan hal baru jika tak konsisten.
Setelah itu, perubahan juga bergerak sangat cepat, tak terduga, dan terjadi setiap saat.

Karena itu, Moeldoko meminta para santri Al-Zaytun sigap dan mampu beradaptasi dengan kondisi tersebut saat hidup di tengah masyarakat.

Menurut jenderal kelahiran Kediri, Jawa Timur (Jatim) tersebut, perubahan juga memerlukan tokoh.

“Tokoh-tokoh tersebut saya harapkan bisa lahir dari Pesantren Al-Zaytun ini untuk kemaslahatan bangsa,” kata yang disambut meriah oleh para peserta.

Dia menambahkan, substansi hijrah adalah melakukan perubahan ke arah yang lebih baik. Hijrah juga menuntut kedisiplinan yang tinggi.

Halaman
12
Editor: Toni Bramantoro
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com © 2017
About Us
Help