Erupsi Gunung Agung

Harap-harap Cemas Jika Gunung Agung Meletus

Jika berkaca pada letusan Gunung Agung tahun 1963, Suantika mengatakan ketika itu gempa terasa selama tiga hari terakhir

Harap-harap Cemas Jika Gunung Agung Meletus
TRIBUN_BALI /RIZAL_FANANY
Gunung Agung terlihat di atas Bukit Pantai Amed,karangasem, Sabtu (30/9/2017). Sampai saat ini status Gunung Agung masih awas, 5 kecamatan masuk Kawasan Rawan Bencana (KRB) yakni Kecamatan Kubu, Abang, Karangasem, Bebandem, Selat, dan Rendang. (TRIBUN_BALI/RIZAL_FANANY) 

TRIBUNNEWS.COM, AMLAPURA – Hingga Minggu (1/10/2017), aktivitas Gunung Agung masih dinyatakan level IV awas.

Artinya Gunung Agung dalam keadaan kritis.

Kepada Tribun Bali, Kabid Mitigasi Gunungapi PVMBG Kementerian ESDM, I Gede Suantika menjelaskan, hingga saat ini kegempaan masih fluktuatif.

“Kegempaan sudah, ukuran lab deformasi masih menunjukan adanya penggemukan. Kemudian, asap soflatara sampai saat ini belum terlihat. Tapi terakhir, perkembangannya memang berubah dari tanggal 13 September sampai hari ini,” Jelas Suantika, Minggu (1/10/2017).

Jika berkaca pada letusan Gunung Agung tahun 1963, Suantika mengatakan ketika itu gempa terasa selama tiga hari terakhir sebelum akhirnya meletus.

Namun, kondisi Gunung Agung saat ini, gempa telah terasa hampir 15 hari.

“Itu mungkin yang membedakan,” kata Suantika.

Selain itu pada letusan tahun 1963, sempat terjadi gempa berkekuatan 4,7 SR, hingga saat ini gempa terbesar hanya berkekuatan 4,2 SR.

Suantika menjelaskan, dirinya memprediksi tekanan magma hingga saat ini masih tetap, tetapi kekuatan batuan di permukaan semakin melemah.

“Itu yang kami khawatirkan,” kata Suantika.

Halaman
123
Editor: Hendra Gunawan
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved