Lima Perguruan Tinggi Swasta di Jogja Tutup

lima perguruan tinggi di Yogyakarta tutup itu sebenarnya adalah berita yang sudah usang

Lima Perguruan Tinggi Swasta di Jogja Tutup
IST
ilustrasi

TRIBUNNEWS.COM, JOGJA - Terkait pemberitaan tentang pencabutan izin operasional 25 perguruan tinggi swasta yang dinilai tidak memenuhi syarat standar nasional pendidikan tinggi, untuk daerah Yogyakarta sendiri ada lima perguruan tinggi yang ditutup.

Bambang Supriyadi selaku Koordinator Kopertis Wilayah V Yogyakarta menyampaikan bahwa lima perguruan tinggi di Yogyakarta itu sebenarnya adalah berita yang sudah usang, karena lima perguruan tinggi tersebut sudah dari dua tahun yang lalu dibahas.

"Dulu itu kan di Yogya lima itu termasuk dari tujuh dari 243 perguruan tinggi, dua tahun yang lalu pernah dibahas," ujar Bambang, Jumat (13/10/2017).

Ia menyampaikan dua tahun yang lalu perguruan tinggi tersebut sebenarnya sudah tidak ada aktivitas kampus sama sekali, bahkan ada kampusnya sudah dibeli orang, dan digunakan orang lain.

Hanya waktu itu, 243 perguruan tinggi sedang diproses, dan diberi kesempatan kalau memang ingin bertahan.

"Ada yang hidup segan mati tak mau, ada yang hidup, ada juga yang mati, dan ada yang tidak merespon. Kalau yang lima di Yogya itu tidak ada respon karena memang sudah sekitar tahun 2012 atau 2013 sudah tidak ada kegiatan belajar mengajar sama sekali," ungkap Bambang.

Apabila dilihat secara formalnya, Bambang melanjutkan, Kementerian memang baru memberikan SK Penutupannya.

Setelah dirundingkan akhirnya lima dari tujuh PTS yang ada di Yogyakarta diperintahkan untuk ditutup.

"Tutup karena tidak laku kebanyakan, ada masalah kepemilikan yang tidak bisa akur. Cuma masalahnya mungkin yang dulu tutup tidak ada secara formal, sekarang ini kan kementerian ingin pembenahan secara formal kemudian didata, yang tidak ada pergerakan dan permintaan sama sekali ya sudah dikeluarkan surat penutupan," jelasnya.

Lima PTS yang ditutup yaitu Akademi Kesejahteraan Sosial Tarakanita Yogyakarta, Akademi Teknologi Otomotif Nasional Yogyakarta, Akademi Sekretari dan Manajemen Indonesia Bantul Yogyakarta, Akademi Seni Rupa dan Desain Akseri Yogyakarta, dan Akademi Keuangan dan Perbankan YIPK Yogyakarta.

"Kalau yang di luar Yogya saya kurang tahu, kalau di Yogya itu benar-benar memang sudah tutup. Akademi Teknologi Otomotif Nasional Yogyakarta kampusnya yang berada di sebelah barat UTY yang jadi pom bensin," ungkap Bambang.

Sedangkan Akademi Kesejahteraan Sosial Tarakanita Yogyakarta yang berada di Pringwulung saat ini gedungnya sudah diambil alih STIKES Panti Rapih, dan Akademi Keuangan dan Perbankan YIPK Yogyakarta gedungnya pun sudah diambil alih UAD.

"Jadi lima disebut itu sudah mana ada yang mau menghidupkan atau membina, karena sudah lama tidak beroperasi. Saya masuk Kopertis itu tahun 2010 sudah tidak ada yang bahas lima itu," tegasnya.

Ia menuturkan PTS yang tinggal nama itu sudah sejak dua tahun yang lalu laporannya sudah disampaikan ke pemerintah, agar tidak jadi ribut seolah-olah kampus yang ada di Yogyakarta bermasalah.

"Ya sudah tidak ada, mau bilang apa, manajemennya, gedungnya, dan orangnya sudah gak ada di Yogya itu, saya tidak tau kalau di Kopertis lain. Itu laporan sudah lama, dan bukan tidak mau dibina, tapi memang sudah tidak bisa dibina, yang mau dibina apanya," jelasnya. (*)

Editor: Sugiyarto
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com © 2017
About Us
Help