Kisah Dandan, Profesi Mak Comblang yang Pernah 'Hits' di Tulungagung, Ini Suka Dukanya

Sebelum biro jodoh marak di media massa, ada profesi Dandan yang muncul di wilayah pedesaan Kabupaten Tulungagung.

Kisah Dandan, Profesi Mak Comblang yang Pernah 'Hits' di Tulungagung, Ini Suka Dukanya
SHUTTERSTOCK
Ilustrasi. 

TRIBUNNEWS.COM, TULUNGAGUNG - Sebelum biro jodoh marak di media massa, ada profesi Dandan yang muncul di wilayah pedesaan Kabupaten Tulungagung.

Layaknya biro jodoh profesional, Dandan bertugas mencarikan jodoh laki-laki atau perempuan yang minta bantuan.

Dulunya Dandan ada di hampir semua desa. Namun lambat lain semakin berkurang. Salah satunya karena tidak ada yang meneruskan profesi ini.

Salah satu Dandan yang masih eksis adalah Yahman (55), warga Desa Sumberingin Kidul, Kecamatan Ngunut.

Menurutnya, dulu profesi Dandan sangat dibutuhkan. Sebab banyak anak gadis yang malu jika kawin tua.

“Makanya sebelum tahun 2000, yang saya tangani kebanyakan perempuan. Banyak yang datang minta dicarikan suami,” tutur Yahman.

Seiring dengan kemajuan zaman, pergaulan semakin mudah. Anak-anak muda juga semakin mudah menemukan jodohnya. Dandan yang berprofesi sebagai mak comblang pun mulai dilupakan.

Namun masih saja ada yang membutuhkan jasa Dandan. Menurut Yahman, kini yang kebanyakan minta tolong adalah kaum laki-laki.

Biasanya mereka yang sudah bosan melajang, namun tidak lekas mendapatkan istri.

Cara kerja Dandan pun sederhana. Biasanya seorang Dandan akan memperhatikan ketampanan atau kecantikan orang yang minta dicarikan jodoh.

Halaman
1234
Editor: Hendra Gunawan
Sumber: Surya
Ikuti kami di
KOMENTAR

berita POPULER

TRIBUNnews.com © 2017
About Us
Help