Perawat yang Bertelepon saat Bertugas Syok dan Minta Maaf kepada Keluarga Pasien

Managemen Rumah Sakit Grand Med Lubukpakam Kabupaten Deliserdang, Sumatera Utara mengakui salah satu perawat mereka telah melakukan kesalahan.

Perawat yang Bertelepon saat Bertugas Syok dan Minta Maaf kepada Keluarga Pasien
Facebook
Perawat RSU Grand Medistra Lubukpakam terekam asyik bertelepon saat memasang infus pada pasien bayi. 

Laporan Wartawan Tribun Medan, Indra Gunawan Sipahutar

TRIBUNNEWS.COM, LUBUKPAKAM - Managemen Rumah Sakit Grand Med (dulu Grand Medistra) Lubukpakam Kabupaten Deliserdang, Sumatera Utara mengakui salah satu perawat mereka telah melakukan kesalahan dalam melayani pasien.

Perawat itu diketahui sedang berteleponan disaat menangani pasien.

Humas Rumah Sakit Grand Med Lubukpakam, Emra Sinaga mengatakan pihak rumah sakit sudah meminta maaf kepada keluarga pasien yang sempat mengunggah tindakan perawat tersebut ke facebook dan menjadi viral.

Baca: Dokter Cantik Tewas Bunuh Diri, Polisi Periksa Suami Korban

"Benar yang di video dan tersebar di media sosial itu adalah perawat kami. Kejadiannya dua hari lalu itu pas malam hari. Benar ada pelanggaran etika yang dilakukan oleh perawat kami. Makanya itu kami managemen sudah meminta maaf termasuk perawat itu," ujar Emra Sinaga, Rabu (8/11/2017).

Saat dikonfirmasi melalui telepon selulernya, Tribun Medan sempat menanyakan identitas dari perawat tersebut.

Namun Emra menolak untuk memberikan identitas lengkapnya.

Baca: Cerita Penjaga Kamar Mayat RSMH Palembang, Setiap Malam Diganggu hingga Tak Lelap Tidur

"Inisialnya EZ, dia sekarang lagi shok karena saat ini dia dibully terus. Dengan difasilitasi supervisor kami, kemarin dia minta maaf sama keluarga pasien, hanya saja keluarga pasien sampai sekarang tidak mau memaafkan kejadian itu," kata Emra.

Ia menjelaskan anak yang menjadi pasien dalam video tersebut hingga saat ini masih dirawat di rumah sakit.

Anak tersebut dibawa ke rumah sakit lantaran mengalami dehidrasi berat.

Baca: Tewasnya Karyawan PTPN Bermula dari Candaan Anggota TNI: Ku Tembak ya, Ku Tembak

"Susah cari nadinya saat itu, kalau pasiennya sudah kami perhatikan, makanya ada dua perawat yang mencari nadinya itu. Nah saat mencari nadi itulah tiba-tiba dia ditelepon sama keponakannya yang lagi sakit," kata Emra. (dra/tribun-medan.com)

Editor: Dewi Agustina
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com © 2017
About Us
Help