Pilgub Jawa Timur

Merasa Tak Dibutuhkan Gus Ipul, PPP Alihkan Dukungan ke Khofifah

Kini Partai Persatuan Pembangunan (PPP) sudah bulat untuk mengalihkan dukungannya kepada Khofifah Indar Parawansa

Merasa Tak Dibutuhkan Gus Ipul, PPP Alihkan Dukungan ke Khofifah
SURYA/AHMAD ZAIMUL HAQ
ilustrasi 

TRIBUNNEWS.COM, PAMEKASAN – Kini Partai Persatuan Pembangunan (PPP) sudah bulat untuk mengalihkan dukungannya kepada Khofifah Indar Parawansa, sebagai Bakal Calon Gubenur (Bacagub) Jawa Timur, dalam Pilkada Jawa Timur pada 2018 mendatang.

Meski Khofifah, tidak memilih wakil dari PPP, namun PPP dengan tim pemenangan akan berusaha untuk memenangkan Khofifah.

Pertimbangannya, selain PPP dibutuhkan oleh Khofifah sebagai pengusung religius, juga Khofifah dianggap pantas untuk memimpin Jawa Timur, selama lima tahun ke depan.

Wasekjen DPP PPP, Achmad Baidowi, Minggu (12/11/2017) mengatakan, ada beberapa pertimbangan kenapa partainya mendukung Khofifah, di antaranya, kerja mesin politik Khofifah lebih dari cukup dan Khofifah cocok dengan PPP.

Selain itu, berdasarkan hasil silaturrahmi DPP PPP ke sejumlah simpul PPP di Madura, aspirasinya menginginkan Khofifah.

“Sementara Gus Ipul (maksudnya Safullah Yusuf) mengajak pasangannya tanpa mengajak PPP. Artinya bagi Gus Ipul PPP tidak dibutuhkan, dianggap tidak penting dan tidak menentukan. Sehingga kami beralih kepada Ibu Khofifah yang membutuhkan kami,” kata Achmad Baidowi.

Dikatakan, anatomi politik di Jatim, harus benar-benar mewakili kelompok masyarakat. Pertama, Tapal Kuda atau pendalungan. Kelompok kedua Madura. Ketiga Mataraman dan yang kelompok keempat pantai utara (pantura).

Diakui, jika empat segmen ini harus terwakili dan selama ini Khofifah dianggap mewakili daerah tapal kuda.

Sehingga calonnya bisa diambil dari daerah Mataraman, walau ada yang mengatakan, Jawa Timur adalah Jawa Timur yang memiliki 38 kabupaten/kota.

“Kami mendengar dari sembilan nama yang muncul untuk mewakili Ibu Khofifah, sudah mengkerucut ke dua nama. Namun sampai saat ini, kami belum menerima kedua nama itu, karena masih dirahasiakan,” papar Achmad Baidowi.

Editor: Sugiyarto
Sumber: Surya
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com © 2017
About Us
Help