Kisah Warga Desa Onondowa Menggotong Jenazah Keluarganya Sejauh 36 Km

Puluhan warga Desa Onondowa, Kecamatan Rampi, bahu membahu menggotong jenazah keluarga sejauh 36 kilometer.

Kisah Warga Desa Onondowa Menggotong Jenazah Keluarganya Sejauh 36 Km
Tribun Timur
Warga Desa Onondowa, Kecamatan Rampi, Kabupaten Luwu Utara, Sulawesi Selatan, menggotong mayat. 

Laporan Wartawan TribunLutra.com, Chalik Mawardi

TRIBUNNEWS.COM, RAMPI - Tujuh puluh dua tahun sudah Indonesia merdeka. Usia lanjut jika diumpamakan dengan manusia.

Namun sayang, belum semua masyarakat bisa merasakan nikmatnya kemerdekaan.

Termasuk masyarakat enam desa di Kecamatan Rampi, Kabupaten Luwu Utara, Sulawesi Selatan yang termasuk kecamatan terpencil.

Hingga kini, 3.546 jiwa yang mendiami kecamatan pegunungan itu belum menikmati infrastruktur yang memadai.

Akses darat dari ibu kota kabupaten ke Rampi sejauh 86 kilometer ditempuh hingga dua hari menggunakan motor modifikasi.

Jalan ke Rampi masih berstatus jalan setapak yang membelah hutan belantara pegunungan Luwu Utara.

Baca: Jenderal Gatot Diminta Tidak Memutasikan Perwira Tinggi di Akhir Masa Jabatannya

Tidak sampai disitu, listrik PLN dan jaringan internet di Rampi juga belum ada. Termasuk pelayanan kesehatan yang tidak memadai.

Akses yang sulit memaksa warga setempat memikul jenazah yang akan dikebumikan di Rampi.

Warga Desa Onondowa, Kecamatan Rampi, Kabupaten Luwu Utara, Sulawesi Selatan, menggotong jenazah saudara mereka, Mesak Wungko.
Warga Desa Onondowa, Kecamatan Rampi, Kabupaten Luwu Utara, Sulawesi Selatan, menggotong jenazah saudara mereka, Mesak Wungko. (Dok Chalik Mawardi)
Halaman
12
Editor: Dewi Agustina
Sumber: Tribun Timur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com © 2018
About Us
Help