Begini Pengakuan Pencuri yang Sempat Sekap Anak Kos

Bhabinsa Koramil Medan Baru, Praka Febry mengatakan, jika dirinya dan penjaga kos tidak cepat datang, mungkin Abner sudah mati

Begini Pengakuan Pencuri yang Sempat Sekap Anak Kos
pencuri
Anggota Bhabinsa Koramil Medan Baru, Praka Febry saat menginterogasi pencuri bernama Abner, yang sempat menyekap anak kos, Kamis (7/12/2017) Attachments area 

Laporan Wartawan Tribun Medan Array A Argus

TRIBUNNEWS.COM, MEDAN  - Abner Situmeang (27) pencuri modus bongkar rumah yang sempat diamuk massa terduduk di bawa meja piket Koramil Medan Baru.

Sebelumnya, lelaki yang bekerja sebagai sopir truk ini menyekap anak kos bernama Mei Marbun di Jalan Harmonika Baru, Medan Selayang.

Saat diwawancarai Tribun, Abner mengaku nekat mencuri karena butuh uang.

Pengakuannya pun sempat membuat marah petugas Koramil yang mengamankannya dari amuk massa.

"Ya, memang saya nyabu pak. Tadinya mau saya ambil laptop sama uang korban," kata Abner dengan wajah lebam-lebam, Kamis (7/12/2017) sore.

Baca: Pencuri Sekap Ibu-ibu dan Melucuti Pakaiannya di Kebun

Abner mengatakan, ia nekat mencuri karena sudah lama tak bekerja.

Apalagi, dirinya kecanduan sabusabu sehingga butuh biaya untuk membeli serbuk kristal tersebut.

"Saya beli sabu di Patumbak pak. Tapi sudah seminggu ini enggak makai," katanya. Anggota Bhabinsa Koramil Medan Baru, Praka Febry mengatakan, jika dirinya dan penjaga kos tidak cepat datang, mungkin Abner sudah mati.

"Warga sudah ramai menunggu mau menghakimi tersangka. Guna menghindari hal-hal yang tidak diinginkan, langsung kami bawa ke markas. Kebetulan saya lagi piket," ungkap Febry.

Dari keterangan saksi-saksi yang di lokasi, sambung Febry, tersangka memang pecandu sabu.

Beruntungnya, anak kos bernama Mei Marbun tidak sempat dilukai.

"Anak kos yang menjadi korban penyekapan masih syok. Sebab anak kos itu nyaris dibekapnya dengan selimut, dan korban ditodong obeng," kata Febry.(Ray/tribun-medan.com)

Editor: Eko Sutriyanto
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com © 2017
About Us
Help