Tiga Warganya Diserang Virus Kawasaki, Ini Kata Dinkes Tanjabbar

Saat ini, sebagaimana informasi yang diterima, pasien virus kawasaki tersebut kondisinya sudah membaik

Tiga Warganya Diserang Virus Kawasaki, Ini Kata Dinkes Tanjabbar
istimewa
Ilustrasi virus kawasaki 

Laporan Wartawan Tribun Jambi, Hendri Dunan Naris

TRIBUNNEWS.COM, KUALATUNGKAL - Dinas Kesehatan Kabupaten Tanjung Jabung Barat menunggu informasi Dinas Kesehatan Provinsi Jambi terkait pasien virus kawasaki asal Tanjab Barat.

Sebab, sebelumnya ada tiga pasien penderita virus kawasaki yang dilarikan ke rumah sakit umum Raden Mattaher Jambi dari rujukan RSUD KH DAUD Arif Kuala Tungkal.

"Berhubung pasien dirawat di Jambi. Kami pun masih menunggu hasil dari sana. Namun tim survei kami sudah menanyakan juga,"ungkap dr Johannes, Kamis (7/12).

Bila ada informasi yang sahih, barulah nanti pihak dinas kesehatan Tanjab Barat dan Provinsi Jambi akan mengunjungi rumah keluarga pasien. Mereka akan melakukan pemeriksaan awal. 

Saat ini, sebagaimana informasi yang diterima, pasien virus kawasaki tersebut kondisinya sudah membaik namun belum diketahui sudah diperbolehkan pulang atau belum. 

Sebelumnya, kasus ini pertama kali diketahui saat ada seorang balita yang datang ke RSUD KH. Daud Arif Kuala Tungkal.

Baca: KPK Dalami Keterangan Plt Sekda Jambi Soal Dugaan Keterlibatan Zumi Zola

Setelah dilakukan pemeriksaan dokter menemukan adanya gejala virus kawasaki. Lantas pasien langsung dirujuk ke Jambi. Dan data sementara bulan November ada tiga pasien dari Tanjab Barat.

dr. Ida Yulandari Dokter Spesialis anak RSUD KH. Daud Arif mengakui adanya balita yang dirujuk ke RSUD Raden MattaherJambi.

"Balita yang dirujuk dokter ke RSUD Raden Mattaher Jambi karena mengidap penyakit kawasaki," ujarnya.

dr. Ida menjelaskan demam kawasaki ini sangat berbahaya bagi balita. Dan ini bisa menyebabkan kematian.

"Setelah melihat gejala gejala pada anak langsung merujuk karena mengidap demam kawasaki. Namun belum diketahui apa yang penyebabkan datangnya nya penyakit ini," sebutnya.

Namun dari beberapa gejala seperti 
Demam remiten mencapai 41 derajat celcius dan berlangsung lebih dari 5 hari,

Injeksi konjungtiva bilateral dengan manifestasi mata merah tanpa eksudat, Kelainan dimulut dan bibir lidah stroberi rongga mulut dan faring merah difus, bibir merah dan pecah, kelainan tangan dan kaki: Terutama kelainan telapak kaki dan tangan (fase akut)pengelupasan kulit jari tangan dan kaki, Eksantema polimorfik (berbagai bentuk) dan Limfadenopatiservikalunilatera l(diameter diatas 1,5 cm ).

Editor: Eko Sutriyanto
Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com © 2017
About Us
Help