Gaji Perawat Honorer Kecil, Gubernur Ganjar: Minimal UMK

Gaji perawat mestinya tidak lebih kecil dari upah minimal kabupaten/kota (UMK).

Gaji Perawat Honorer Kecil, Gubernur Ganjar: Minimal UMK
TRIBUN JABAR/GANI KURNIAWAN
Ilustrasi perawat. TRIBUN JABAR/GANI KURNIAWAN 

Laporan Wartawan Tribun Jateng, M Nur Huda

TRIBUNNEWS.COM, SEMARANG - Gaji perawat mestinya tidak lebih kecil dari upah minimal kabupaten/kota (UMK).

Bupati dan wali kota mestinya bisa membuat kebijakan agar kesejahteraan perawat honorer bisa tercukupi. Terlebih jumlahnya di tiap daerah tidak terlalu banyak.

Hal itu diungkapkan Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo ketika menerima audiensi ratusan perwakilan Gerakan Nasional Perawat Honor Indonesia (GNPHI) Jawa Tengah di ruang rapat kantor gubernur, Kamis (7/12/2017).

"Kalau melihat jumlahnya yang cuma sedikit-sedikit harusnya bisa di-UMK-kan, kemampuan anggaran kabupaten dan kota saya kira mampu," kata Ganjar.

Baca: Kabar Baik dari Pertemuan Gubernur Ganjar dan Presiden Jokowi Bahas Guru Tidak Tetap

Baca: Kepada Presiden Jokowi, Ganjar Bakal Tanyakan Nasib Guru Tidak Tetap

Dari data yang dimiliki GNPHI Jateng, perawat honorer di Purworejo sejumlah 150 orang bertugas di RSUD dan 75 orang di puskesmas.

Sementara di Kendal sejumlah 304 orang di RSUD dan 160 orang di puskesmas. Di Sukoharjo sebanyak 150 orang di RSUD dan 60 orang di puskesmas.

Dalam forum ini, gubernur juga sempat menelpon Bupati Kendal Mirna Annisa.

Halaman
123
Editor: Y Gustaman
Sumber: BolaSport.com
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com © 2017
About Us
Help