Sikerei, Dukun Suku Mentawai Kini

Padahal, sebelumnya Goiran tampak masih bisa menari dengan entakkan kaki indah di bawah iringan tabuh gendang khas suku Mentawai

Sikerei, Dukun Suku Mentawai Kini
Tribunnews.com/Abdul Qodir
Dukun Mentawai 

TRIBUNNEWS.COM, MENTAWAI - Tubuh Justinus Goiran Sirisurak (65) terhuyung hingga tak sadarkan diri sesaat melantunkan urai ukui (mantra pemanggil roh) diikuti turuk (tarian) mistis Uliat Manyang dengan mata terpejam di beranda Uma (rumah besar suku Mentawai), Mentawai, Jumat malam.

Padahal, sebelumnya Goiran tampak masih bisa menari dengan entakkan kaki indah di bawah iringan tabuh gendang khas suku Mentawai, gajeuma' (gendang) dan jejeneng (genta).

Baca: Kata-kata Terakhir Sopir Go-Car Sebelum Dieksekusi Pembunuh Berdarah Dingin

Kehangatan obrolan warga suku dan tetamu di bawah temaram pelita beranda seketika menjadi hening begitu menyaksikan Goiran tak sadarkan diri dan tubuhnya terlempar hingga membuat luat (ikat kepala manik-manik) yang dikenakan terjatuh. Tetamu merinding menyaksikan prosesi mistis tersebut.

Dukun Mentawai (Abdul Qodir)
Dukun Mentawai (Abdul Qodir)

Beberapa anak dan kerabat beranjak dari tempat duduknya dan berupaya memegang kedua lengan Goiran. Seorang anak perempuannya langsung mengambil luat yang terjatuh dan menyodorkan dua botol berisi cairan ramuan (pangeilak) ke hidung Goiran.

Goiran merupakan sikerei atau dukun suku Mentawai fam Sirisurak di Kampung Gorottai, Desa Malancan, Kecamatan Siberut Utara, Kabupaten Kepulauan Mentawai, Sumatera Barat.

Yah, pada malam Jumat itu Goiran selaku sikerei tengah menunjukkan prosesi pengobatan tradisional dengan memanggil roh leluhur. Sebelum itu, ia telah menyiapkan sejumlah dedauan dari hutan yang menjadi ramuan obat untuk warga yang sakit.

Sikerei merupakan orang paling dihormati dan berada dalam strata tertinggi di suku Mentawai. Dia dipercaya memiliki kekuatan supranatural dan kedekatan dengan roh leluhur sehingga bisa menyembuhkan penyakit. Karena setiap benda mati dan hidup memiliki roh.

Orang suku Mentawai percaya jiwa si sakit sedang meninggalkan tubuhnya ketika ada seseorang jatuh sakit. Dan sikerei bertugas memanggil kembali jiwa tersebut.

Entakan kaki dan irama dari gerakan turuk Sikerei yang membuat suasana yang gembira diyakini akan menghibur orang yang sakit dan akan menarik perhatian roh untuk mendekat ke tempat ritual.
Busana yang dikenakan seorang sikerei di antaranya, kabit (cawat penutu p aurat dari kulit kayu pohon), dodoibong dan pipingib aga (lilitan kain untuk ikat pinggang), sabok (sejenis kain penutup aurat bercorak di depan kabit, sorat (ikat kepala) beserta luat (ikat kepala manik-manik berhias bulu-bulu binatang dan bunga). Terdapat pakalo atau pangeilak (botol kecil tempat ramuan obat-obatan dari dedaunan) yang terikat di belakang luat.

Halaman
1234
Penulis: Abdul Qodir
Editor: Hendra Gunawan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com © 2018
About Us
Help