Karnaval Literasi di Lombok Utara

Bertepatan peringatan Hari Ibu, Gramedia selenggarakan berbagai kegiatan karnaval. Ratusan orang dari berbagai kalangan ikut serta.

Karnaval Literasi di Lombok Utara
Tribunnews.com
Peserta Karnaval Literasi Hari Ibu di Lapangan Tioq Tataq Tuna, Kecamatan Tanjung, Kabupaten Lombok Utara, NTB, Jumat (22/12/2017). 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Rina Ayu

TRIBUNNEWS.COM,JAKARTA - Karnaval Literasi Hari Ibu menjadi penutup manis rangkaian semangat literasi Gramedia di Kabupaten Lombok Utara, Nusa Tenggara Barat, Jumat (22/12/2017).

Bertepatan peringatan Hari Ibu, Gramedia menyelenggarakan berbagai kegiatan karnaval yang diikuti ratusan peserta, siswa PAUD, ibu dan anak, hingga komunitas.

Dari pantauan Tribunnews,com, sejak siang hari, peserta telah hadir di Lapangan Tioq Tataq Tuna, dengan berbagai kostum menarik.

Karnaval dibuka langsung oleh Bupati Kabupaten Lombok Utara Najmul Ahyar, sembari diiringi tarian khas dan musik tradisional.

"Dengan mengucapkan Basmalah, saya buka Karnaval Literasi Hari Ibu ini," ucap Najmul sekaligus mengapresiasi kegiatan yang diselenggarakan retail ternama ini.

Menurutnya, karnaval ini sebagai media kampanye untuk menumbuhkan semangat membaca di kalangan masyarakat, khususnya Lombok Utara.

"Ada ungkapan bijak, membaca adalah jendela dunia," lanjut Najmul.

Operation and Tenant Management Director PT Gramedia Asri Media V. Sugiarto mengatakan, ada alasan khusus Kabupaten Lombok Utara terpilih menjadi tempat penyelenggaraan Festival Literasi Gramedia.

Dikatakan oleh Sugiarto, Kabupaten Lombok Utara merupakan tempat di mana inisiator literasi Klub Baca Perempuan mengembangkan semangat literasi.

"Kabupaten lombok utara terdapat inisiator literasi, taman baca yang dengan semangat literasi, Ibu Ida sebagai Founder Klub Baca Perempuan," kata Sugiarto.

Rangkaian Festival Literasi terbesar di Indonesia, diselenggarakan sejak 16 Desember lalu.

Festival ini bertajuk Festival Literasi Gramedia Hari Ibu merupakan kerja sama antara Pemerintah Kabupaten Lombok Utara, Klub Baca Perempuan, dan Gramedia.

Diketahui, UNESCO pada tahun 2012 menyebutkan indeks minat baca masyarakat Indonesia adalah 0,001%, artinya dari 1.000 orang, hanya ada 1 (satu) orang saja yang memiliki minat baca yang baca.

Selain itu, berdasarkan data dari World's Most Literate Nations, tingkat literasi Indonesia menempati peringkat ke-60 dari 61 negara yang diteliti.(*)

Penulis: Rina Ayu Panca Rini
Editor: Willem Jonata
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com © 2018
About Us
Help