Pilgub Jawa Barat

Aktivis Santri Longmarch Dukung Pasangan Hasanah

Belasan aktivis santri melakukan longmarch yang bergerak dari Tugu KH Zaenal Musthofa Kota Tasikmalaya yang berakhir di Kota Bandung.

Aktivis Santri Longmarch Dukung Pasangan Hasanah
Istimewa
Belasan aktivis santri yang tergabung dalam Komite Pergerakan Pemuda, Santri dan Mahasiswa Jawa Barat yang berasal dari Sukapura Tasikmalaya melakukan longmarch yang bergerak dari Tugu KH Zaenal Musthofa Kota Tasikmalaya yang berakhir di Kota Bandung. 

TRIBUNNEWS.COM, TASIKMALAYA - Belasan aktivis santri yang tergabung dalam Komite Pergerakan Pemuda, Santri dan Mahasiswa Jawa Barat yang berasal dari Sukapura Tasikmalaya melakukan longmarch yang bergerak dari Tugu KH Zaenal Musthofa Kota Tasikmalaya yang berakhir di Kota Bandung.

Koordinator Lapangan (Korlap) longmarch Dede Heri mengatakan, kegiatan tersebut dilakukan sebagai upaya untuk mensosialisasikan Pilgub Jawa Barat yang harus dimaknai sebagai momentum demokrasi dan menjadi pesta demokrasi rakyat bukan hanya pesta elit politik semata.

"Pilgub Jabar jangan hanya sekadar menjadi prosedur demokrasi pergantian kekuasaan tapi harus memiliki substansi demokrasi untuk melahirkan pemimpin terbaik untuk masyarakat Jawa Barat," ungkapnya usai menyelesaikan longmarch di Posko Relawan, Di Jalan Pejuang Pelajar Kota Bandung, Selasa (6/2/2018).

Dede menambahkan, aksi tersebut juga untuk menentukan sikap pada Pilgub Jabar 2018 dengan memilih pasangan TB Hasanuddin (Kang Hasan) dan Anton Charliyan (Kang Anton) atau Hasanah.

Menurutnya, Kedua Purnawirawan Jenderal itu merupakan putra terbaik yang tepat untuk memimpin Jawa Barat serta melanjutkan cita-cita dan amanah perjuangan masyarakat Jawa Barat.

"Hasil kajian spiritual dan rasional kami menentukan Jabar sebaiknya dipimpin oleh sosok TNI dan POLRI seperti Pasangan Hasanah demi menjaga marwah, menjaga kedaulatan, dan harga diri Jawa Barat," imbuhnya.

Baca: Zumi Zola Tak Perlu Mundur dari Jabatan Gubernur Jambi

Dede juga menyerukan agar pesta demokrasi lima tahunan tersebut berlangsung dengan damai dan kondusif sehingga tidak menimbulkan hal yang tidak diinginkan. Dede menyerahkan bendera merah putih sebagai simbol amanah untuk menjaga NKRI.

Aktivis Santri Longmarch Dukung Pasangan Hasanah_1
Belasan aktivis santri yang tergabung dalam Komite Pergerakan Pemuda, Santri dan Mahasiswa Jawa Barat yang berasal dari Sukapura Tasikmalaya melakukan longmarch yang bergerak dari Tugu KH Zaenal Musthofa Kota Tasikmalaya yang berakhir di Kota Bandung.

"Untuk masyarakat Jawa Barat, mari mengawal demokrasi dengan aman, damai tanpa adanya kekerasan, dan perbedaan pilihan jangan dijadikan permasalahan karena kita saudara," kata dia.

Sementara itu, Kang Hasan yang menyambut kedatangan mereka di Kota Bandung sejak pukul 6 pagi tadi menyampaikan terimakasihnya atas dukungan yang diberikan oleh para aktivis aantri tersebut dan berjanji akan memegang teguh amanah masyarakat Jawa Barat dengan sebaik-baiknya.

Baca: Setya Novanto Nasihati Fredrich Agar Tak Melakukan Perlawanan Melalui Gugatan Praperadilan

Menurutnya, aksi aktivis tersebut sebagai bentuk perjuangan masyarakat Jawa Barat untuk memilih pemimpin terbaik untuk Jawa Barat.

"Terimakasih kepada para aktivis santri yang telah rela berjalan jauh untuk menyerukan Demokrasi yang kondusif serta mendukung saya (Kang Hasan) dan Kang Anton untuk memimpin Jawa Barat, saya akan emban amanah itu dengan seterhormat-terhormatnya," ujarnya.

Para aktivis ini menempuh jarak sekitar 120 km. Mereka berangkat dari tugu pahlawan KH Zaenal Musthafa Tasikmalaya sejak Minggu (4/2/2018) siang.

Penulis: Rachmat Hidayat
Editor: Dewi Agustina
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved