Segera Dibedah, Dua Rumah Milik Anggota Kelompok Nelayan Demak Ini Dinilai Tak Layak Huni

Dua rumah nelayan di Kecamatan Bonang segera diperbaiki oleh Lembaga Gerakan Pemberdayaan (Legepe).

Segera Dibedah, Dua Rumah Milik Anggota Kelompok Nelayan Demak Ini Dinilai Tak Layak Huni
TRIBUN JATENG/HESTY IMANIAR
Dua rumah nelayan di Kecamatan Bonang segera diperbaiki oleh Lembaga Gerakan Pemberdayaan (Legepe). 

Laporan Wartawan Tribun Jateng, Hesty Imaniar

TRIBUNNEWS.COM, DEMAK - Dua rumah nelayan di Kecamatan Bonang segera diperbaiki  oleh Lembaga Gerakan Pemberdayaan (Legepe).

Dua rumah tersebut milik anggota kelompok perempuan nelayan, Puspita Bahari yakni Sri Umroh warga Dukuh Tambakpolo, Desa Purworejo, Bonang, Demak dan Umintus Sholikah, waega Desa Morodemak, Bonang, Demak.

Kondisi rumah keduanya memprihatinkan, sehingga layak dibedah sesegera mungkin bulan ini.

Rumah Sri Umroh, terbuat dari papan-papan kayu dengan luas sekira 5x3 meter. Kondisinya pun sering terkena pasang air laut (rob). Lantainya pun hanya tanah yang sering becek.

Sri Umroh tidak mampu memperbaiki rumahnya karena kondisi ekonomi yang lemah.

Sehari-hari, ia menjadi tulang punggung keluarga, karena suaminya sudah tidak bisa melaut sejak terkena sakit jantung bertahun-tahun.

Sri Umroh hanya mengandalkan pekerjaan sebagai pencari kepiting di sepanjang sungai belakang rumahnya.

Penghasilannya kira-kira hanya Rp 75 ribu - Rp 100 ribu per hari, bila tangkapan kepiting sedang banyak.

Jumlah itu belum dikurangi membeli umpan perangkap kepiting.

Halaman
12
Editor: Sugiyarto
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com © 2018
About Us
Help