Dibantu TNI dan Polri Serta Tetangga, Rumah Mukjizat Selamat dari Kebakaran

Beruntung, warga di sekitar rumah korba cepat tanggap dengan melakukan upaya pemadaman secara bergotong royong

Dibantu TNI dan Polri Serta Tetangga, Rumah Mukjizat Selamat dari Kebakaran
Tribun Kaltim/Geafry Necolsen
Peristiwa kebakaran kembali terjadi, Senin (12/3/2018). Api sempat membumbung tinggi dan terlihat dari kejauhan. Namun berkat kesiagaan masyarakat setempat, api berhasil dipadamkan sebelum menghanguskan rumah. 

Laporan wartawan Tribun Kaltim, Geafry Necolsen

TRIBUNNEWS.COM, TANJUNG REDEB – Musibah kebakaran kembali terjadi, kali ini menimpa rumah milik warga bernama Mukjizat (65), warga Jalan Manunggal, Gang Pinang, RT 13, Kelurahan Gayam, ini nyaris kehilangan rumahnya, Senin (12/3/2018).

Beruntung, warga di sekitar rumah korba cepat tanggap dengan melakukan upaya pemadaman secara bergotong royong, sekaligus menghubungi petugas pemadam kebakaran. Meski dengan alat seadanya, seperti ember, baskom dan gayung, warga mampu mencegah api merembet ke seluruh bagian bangunan.

Baca: Anna Janti, Istri Hari Darmawan Telah Menunggu Jenazah Suaminya di Bali

“Tadi ada yang memadamkan api pakai air parit, apa saja dipakai untuk memadamkan api,” kata Mahmud, yang ikut membatu warga memadamkan api. Tidak hanya warga, anggota TNI dan Polri yang berada di sekitar pun ikut turun tangan, setelah memastikan tidak ada yang terjebak di dalam rumah, mereka juga membantu menyelamatkan perabotan milik korban.

Ada juga beberapa warga yang nekat memanjat atap rumah untuk menyiram titik api. Dengan peralatan yang mereka temukan di sekitar lokasi, warga membongkar dinding-dinding rumah agar api tidak merambah ke rumah yang lain.

Menurut keterangan pemilik rumah, Mukjizat, api berasal dari kebocoran gas yang ada di ruang dapur. Memang saat kejadian, istrinya tengah menggoreng keripik. “Waktu lagi menggoreng, selang tabung gas lepas dan api langsung menyambar,” ungkapnya.

Tidak perlu waktu lama, petugas pemadam kebakaran pun datang, menambah semangat warga untuk melakukan pemadaman api. Darno, Kepala Seksi Kesiapsiagaan dan Logistik, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Berau, membenarkan, sumber api berasal dari kompor.

“Penyebab kebakaran karena kompor,” tegasnya. Peristiwa ini menambah daftar panjang musibah kebakaran di pemukiman akibat kelalaian. Mayoritas kebakaran yang terjadi di pemukiman disebabkan kelalaian penghuninya. Mulai dari kompor yang dibiarkan menyala, penggunaan lampu penerangan alternatif seperti lilin dan pelita yang menggunakan minyak sumbu serta jaringan listrik dalam rumah yang tak sesuai standar.

Karena itu, Darno mengingatkan masyarakat agar selalu memastikan kondisi rumah, saat beraktivitas di dalam atau di luar rumah. “Juga memastikan kondisi kompor, apakah tabung, selang dan regulatornya masih dalam kondisi baik atau tidak,” tandasnya.

Darno juga mengapresiasi kesiagaan warga yang saling bahu-membahu, memadamkan kebakaran sebelum menghanguskan dan merembet ke rumah warga lainnya.

Editor: Hendra Gunawan
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com © 2018
About Us
Help