Pasien Gizi Buruk akan Dipulangkan karena Tidak Memiliki Kartu BPSJ Kesehatan

Clar, balita asal Desa Kalam Buku, Kecamatan Lumbis Ogong dirawat di RSUD Malinau sejak Senin (26/3/2018).

Pasien Gizi Buruk akan Dipulangkan karena Tidak Memiliki Kartu BPSJ Kesehatan
Tribun Kaltim/wil
Clar, balita asal Desa Kalam Buku, Kecamatan Lumbis Ogong dirawat di RSUD Malinau sejak Senin (26/3/2018). 

Laporan Wartawan Tribun Kaltim, Niko Ruru

TRIBUNNEWS.COM,NUNUKAN - Pasangan suami istri Ego M dan Ayu memilih memulangkan anaknya Clar Imanuel Hito (1,3), jika hingga hari ini tidak ada kepastian dari Pemerintah Kabupaten Nunukan untuk pembiayaan putranya yang sedang dirawat di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Malinau.

Clar, balita asal Desa Kalam Buku, Kecamatan Lumbis Ogong dirawat di RSUD Malinau sejak Senin (26/3/2018).

Dia didiagnosa menderita gizi buruk tipe marasmus fase stabilisasi H-2.

“Sebenarnya hari ini orang tuanya sudah mau bawa pulang ke Lumbis Ogong. Tapi pihak rumah sakit masih menahan mau dirawat dan diperbaiki gizinya,” ujar, Hendi, kerabat balita kelahiran 22 Desember 2016 itu.

Hendi mengatakan, keluarga memilih memulangkan Clar karena tidak mampu menanggung biaya perawatan selama berada di RSUD Malinau.

Baca: Mensos Minta Pemda Rajin Monitor Kondisi Rakyatnya demi Antisipasi Gizi Buruk Seperti di Lebak

“Dia tidak punya BPJS. Jadi menurut pihak RSUD Malinau, hari ini kalau tidak ada masuk BPJS, dia termasuk pasien umum. Jadi harus dibayar, tidak pakai BPJS. Tiga hari diberikan kesempatan, makanya hari ini menunggu respon dari Pemda Nunukan,” ujarnya.

Sebenarnya, jika pasien merupakan warga Kabupaten Malinau, pembiayaan perawatan pasien tentu menjadi tanggungjawab pemda setempat.

“Tetapi karena ini warga Nunukan, kami menunggu konfirmasi dari Dinas Kesehatan Nunukan. Apakah berbentuk BPJS atau apakah? Jadi hari ini mereka tunggu,” ujarnya.

Dia mengatakan, jika sampai hari ini tidak ada kepastian sehingga pasien dikenakan tarif umum, pihak keluarga memilih pulang dari RSUD Malinau.

Clar sejak berusia setahun memiliki berat badan yang tidak pernah naik. “Minggu lalu kena diare dibawa ke Puskesmas Lumbis Ogong di  Binter. Tetapi di sana tidak menginap. Di sana juga tidak didiagnosa gizi buruk,” ujarnya.

Senin lalu, pihak keluarga membawa pasien ke Puskesmas Mansalong, Kecamatan Lumbis.

“Dari Puskesmas Mansalong lalu dirujuk ke RSUD Malinau. Jadi hari Senin sudah dirawat di Malinau,” ujarnya.

Sejak masuk RSUD Malinau, pasien sudah mendapatkan penanganan dengan baik.

Editor: Eko Sutriyanto
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com © 2018
About Us
Help