Pilkada Serentak

Gara-gara Infak Rp 5 Juta ke Pembangunan Masjid, Calon Bupati Banyumas Ahmad Husein Jadi Masalah

Calon Bupati Banyumas nomor urut 2 Akhmad Husein harus berurusan dengan Panwas.

Gara-gara Infak Rp 5 Juta ke Pembangunan Masjid, Calon Bupati Banyumas Ahmad Husein Jadi Masalah
Ilustrasi

Laporan Wartawan Tribun Jateng Khoirul Muzakki

TRIBUNNEWS.COM, BANYUMAS - Calon Bupati Banyumas nomor urut 2 Akhmad Husein harus berurusan dengan Panwas.

Ia diduga melakukan politik uang karena memberikan sejumlah uang ke panitia pembangunan masjid di Desa Ajibarang Wetan, Ajibarang dengan dalih infak.

Kasus itu sempat ditangani sentra Penegak Hukum Terpadu (Gakkumdu) Banyumas setelah dilimpahkan oleh Panwascam Ajibarang.

Lagi-lagi, kasus itu mental alias dihentikan penanganannya karena dianggap tak memenuhi unsur pidana oleh Gakkumdu.

Perbuatan Husein memberikan infak di masjid itu mulanya dikaitkan dengan pasal 187 A UU Nomor 10 tahun 2016 karena diduga memberikan uang itu untuk memengaruhi pemilih agar memilihnya pada Pilkada 2018 nanti.

Ia pun telah diperiksa untuk melengkapi berkas perkara sebelum kasus itu dilanjutkan ke ranah pidana.

Setelah kasus itu dikaji dengan melihat peristiwa dan keterangan saksi, Gakkumdu akhirnya memutus perkara itu tak memenuhi unsur pasal dalam UU tersebut.

Petugas tidak menemukan usaha Husein untuk memengaruhi pemilih dalam peristiwa itu.

"Unsur dengan tujuan mempengaruhinya tidak terpenuhi. Kasusnya dihentikan," kata Komisioner Panwas Banyumas Bidang Hukum dan Penindakan Miftakhudin, Jumat (13/4).

Halaman
12
Editor: Sugiyarto
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com © 2018
About Us
Help