Hindari Amukan Warga, Petugas Rahasiakan Evakuasi Bonita si Harimau Sumatera

Sebab, Bonita sebelumnya telah menewaskan dua orang pekerja di desa Tanjung Simpang, Jumiati dan Yusri Effendi

Hindari Amukan Warga, Petugas Rahasiakan Evakuasi Bonita si Harimau Sumatera
dok
Harimau Bonita diburu petugas 

TRIBUNNEWS.COM, PEKANBARU -Demi menghindari amukan warga, proses evakuasi harimau Sumatera yang diberi nama Bonita itu dengan cara dilumpuhkan menggunakan tembakan bius dilakukan oleh petugas secara rahasia dan pengamanan yang ketat.

Sebab, Bonita sebelumnya telah menewaskan dua orang pekerja di desa Tanjung Simpang, Jumiati dan Yusri Effendi.

Dalam proses evakuasi, petugas kepolisian dari Polres Indragiri Hilir (Inhil), Koramil 06/Kateman dan Polhut bersiaga. Petugas juga masih dilengkapi senjata api.

Kepala Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Riau, Suharyono, setelah berhasil ditangkap bonita langsung dievakuasi.

"Kita memang sempat menahan informasi kepada media bahwa Bonita sudah ditangkap Jumat (20/4/2018) pagi. Hal ini kami lakukan untuk menghindari ketegangan warga di lokasi konflik," ucap Suharyono.

Dia mengaku, saat proses evakuasi Bonita warga semakin banyak berdatangan untuk melihat. Sehingga evakuasi dilakukan melalui jalur air dan darat.

"Dari kebun sawit PT THIP, kita langsung membawa Bonita lewat Sungai Indragiri menggunakan speed boat menuju Tembilahan. Untuk mengangkat box trap kita menggunakan crane," kata Suharyono.

Setelah sampai di Tembilahan, lanjut dia, Bonita dicek kesehatannya oleh tim medis karena pengaruh bius masih ada di tubuh Bonita.

Selanjutnya, tim langsung meluncur ke Pusat Rehabilitasi Harimau Sumatera (PRHS) Yayasan Arsari di Dharmasraya, Sumatera Barat (Sumbar), menggunakan jalur darat, untuk dilakukan observasi.

"Sekarang Bonita akan kita observasi dan diteliti perubahan tingkah lakunya," kata Suharyono.

Halaman
12
Editor: Imanuel Nicolas Manafe
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com © 2018
About Us
Help