Senin, 1 September 2025

3 Mahasiswa Universitas Riau yang Diamankan Paspampres saat Jokowi Pidato Diperiksa Polisi

Tiga mahasiswa dari Universitas Riau (UR) dibawa untuk menjalani pemeriksaan di Mapolresta Pekanbaru.

Editor: Dewi Agustina
Tribun Pekanbaru/Rizky Armanda
Tiga mahasiswa Universitas Riau yang diamankan Paspampres dimintai keterangannya di Mapolresta Pekanbaru. Disela-sela kegiatan pemeriksaan, mereka diizinkan menemui puluhan rekan mereka yang setia menunggu di luar gedung. TRIBUN PEKANBARU/RIZKY ARMANDA 

Laporan Wartawan Tribun Pekanbaru, Rizky Armanda

TRIBUNNEWS.COM, PEKANBARU - Tiga mahasiswa dari Universitas Riau (UR) dibawa untuk menjalani pemeriksaan di Mapolresta Pekanbaru.

Sebelumnya, dua orang mahasiswa bernama Randi dan Hafiz ini diamankan oleh Pasukan Pengaman Presiden (Paspampres) saat tiba-tiba berdiri dan berteriak "Hidup Mahasiswa!" sambil memperlihatkan sebuah kertas.

Mereka diamankan usai aksi protesnya dengan menunjukkan dua tulisan berisi aspirasi, saat Presiden RI Joko Widodo memberikan kata sambutan di Hari Ulang Tahun NU ke-92 di Halaman Mesjid Agung An Nur Pekanbaru, Rabu (9/5/2018) sore.

Salah satu tulisan pada kertas tersebut berisi kalimat 'Tolak Perpanjangan Kontrak Chevron di Blok Rokan.'

Sedangkan dua mahasiswa itu menggunakan baju kaos bertuliskan : Hidup di Riau #TakSemanisJanjiJokowi.

Baca: Akui Ada Uang Pengesahan untuk APBD 2017, Zumi Zola: Saya Cuma Dapat Laporan

Tak hanya Randi dan Hafiz, seorang mahasiswa lainnya yakni Alqudri juga turut diamankan.

Terkait hal ini, puluhan mahasiswa lainnya berkumpul di Mapolresta Pekanbaru, sebagai bentuk solidaritas terhadap tiga orang rekan mahasiswa mereka yang diamankan tersebut.

Pantauan Tribun Pekanbaru hingga malam hari, disela-sela kegiatan pemeriksaan berlangsung di dalam gedung Mapolresta Pekanbaru, ketiga mahasiswa tersebut diizinkan menemui puluhan rekan mahasiswa lainnya yang setia menunggu di luar.

Dua mahasiswa yang mengaku dari BEM Universitas Riau diamankan oleh Pasukan Pengaman Presiden saat tiba-tiba berdiri dan berteriak
Dua mahasiswa yang mengaku dari BEM Universitas Riau diamankan oleh Pasukan Pengaman Presiden saat tiba-tiba berdiri dan berteriak "Hidup Mahasiswa!" sambil memperlihatkan sebuah kertas di sela-sela Presiden RI Joko Widodo memberikan kata sambutan saat Hari Ulang Tahun NU ke 92 di Halaman Mesjid Agung An Nur Pekanbaru, Rabu (9/5/2018). Salah satu tulisan pada kertas tersebut berisi kalimat 'Tolak Perpanjangan Kontrak Chevron di Blok Rokan.' Sedangkan dua mahasiswa itu menggunakan baju kaos bertuliskan: Hidup di Riau #TakSemanisJanjiJokowi. TRIBUN PEKANBARU/THEO RIZKY (Tribun Pekanbaru/Theo Rizky)

"Terimakasih kepada kawan-kawan dari Universitas Riau. Kami dalam kondisi baik-baik saja, saat ini sedang berkoordinasi dengan polisi. Semua berjalan dengan baik," ucap Randi menenangkan rekannya.

Usai menemui teman-temannya, Randi, Hafiz, dan Alqudri kembali ke dalam gedung Mapolresta untuk kembali dimintai keterangannya.

Presiden Joko Widodo dikagetkan dengan teriakan dua orang mahasiswa saat ia sedang berpidato pada acara Hari Ulang Tahun NU ke 92 di Halaman Mesjid Agung An Nur Pekanbaru, Rabu (9/5/2018).

Kedua mahasiswa yang diketahui Presiden Mahasiswa, Randi dan Mensospol BEM UR Muhammad Hafiz mengangkat selembar kertas 'Tolak Perpanjangan Kontrak Chevron di Blok Rokan.'

Terang saja aksi keduanya mengundang reaksi yang hadir dalam acara.

Baca: Korban Tewas akibat Ledakan Meriam Lelo Gunung Sahilan Bertambah

Paspampres dan TNI pun langsung turun tangan mengamankan keduanya dari deretan orang duduk.

Dua orang mahasiswa Pekanbaru membuat pidato Presiden Joko Widodo terhenti.

Saat itu Presiden sedang berpidato pada acara Nahdlatul Ulama (NU) di Masjid Agung Annur, Pekanbaru, Rabu (9/5/2018).

Keduanya mengangkat sebuah kertas sembari meneriakkan, "Hidup Mahasiswa"

Keduanya kemudian protes dan diketahui oleh Paspampres.

Kemudian keduanya kemudian digiring ke luar dari lokasi acara.

Berita Terkait
AA

Berita Terkini

© 2025 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
About Us Help Privacy Policy Terms of Use Contact Us Pedoman Media Siber Redaksi Info iklan