Buat Video Porno Anak dan Perempuan Dewasa Pesanan Orang Rusia, Faisal Didakwa Pasal Berlapis

Tadi di persidangan, dalam dakwaan Faisal disebutkan memproduksi, merekrut dan menyebarkan video porno tersebut ke seorang temannya di Rusia

Buat Video Porno Anak dan Perempuan Dewasa Pesanan Orang Rusia, Faisal Didakwa Pasal Berlapis
TRIBUN JABAR
ILUSTRASI 

TRIBUNNEWS.COM, BANDUNG -Tim Penasehat hukum Faisal Akbar (28), otak di balik video porno melibatkan anak dan perempuan dewasa di Bandung mengatakan sidang pembacaan dakwaan pada sidang pertama berjalan lancar.

Dakwaan primer Jaksa Penuntut Umum (JPU) pada Faisal memakai Undang-undang Perlindungan Anak.

JPU mendakwa Faisal ‎dengan Pasal 82 Undang-undang Nomor 35 Tahun 2014 Tentang Perlindungan Anak.

Kemudian Pasal 2 Undang-undang Nomor 21 Tahun 2007 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Perdagangan Orang.

Jaksa juga mendakwa Faisal dengan Pasal 29 Undang-undang Nomor 44 Tahun 2008 tentang Pornografi serta Pasal 27 Undang-undang Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE).

"Tadi di persidangan, dalam dakwaan Faisal disebutkan memproduksi, merekrut dan menyebarkan video porno tersebut ke seorang temannya di Rusia yang dikenali via media sosial Vika."

"Dakwaan primernya ke Undang-undang Perlindungan Anak," ujar penasehat hukum Faisal, I Made Agus Rediyana di Pengadilan Negeri Bandung, Jalan LLRE Martadinata, Kamis (24/6).

Pihaknya belum memutuskan untuk melakukan langkah-langkah khusus untuk membela Faisal. Tim Penasehat Hukum masih akan mengikuti jalannya persidangan.

"Nanti kita lihat jalannya persidangan dengan menghadirkan saksi-saksi," katanya.

Anton Sulton, penasehat hukum Susanti berpendapat bahwa latar belakang Susanti yang berasal dari keluarga tidak mampu akan disampaikan sebagai bahan untuk pembelaan.

Ditanya soal apakah tim penasehat hukum berangapan bahwa Susanti sebagai korban, Anton berpendapat latar belakang keluarga yang tidak mampu jadi salah satu alasan.

"Memang di luar substansi perkara. Tapi kejadian ini harus dilihat secara utuh bahwasanya Susanti dan anaknya ini sehari-hari pekerjaannya memulung di kawasan Kiaracondong."

"Sehingga, itu jadi bagian dari keseluruhan terjadinya kasus ini," kata Anton. ‎

Susanti didakwa tiga pasal. Yakni, Pasal 82 ayat 1 Undang-undang Perlindungan Anak, Pasal 2 ayat 1 Undang-undang Pemberantasan Tindak Pidana Perdagangan Orang (Traficking) dan Pasal 38 Undang-undang ITE‎. (Mega Nugraha).

Editor: Sugiyarto
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved