Selesai Jalani Hukuman Terpidana Terorisme Dibebaskan

Selama di Lapas Manado, yang bersangkutan juga bersifat kooperatif dan selalu ikut kegiatan deradikalisasi

Selesai Jalani Hukuman Terpidana Terorisme Dibebaskan
Istimewa
Narapidana teroris saat di Lapas Manado 

Laporan Wartawan Tribun Manado Nielton Durado

TRIBUNNEWS.COM, MANADO -  Terpidana empat tahun kasus terorisme,  Suhardi alias Adi Gode yang  ditangkap oleh Densus 88 pada tahun 2014 dibebaskan Selasa (5/6/2018) dari Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas II A Manado.

Suhardy adalah tahanan dari Mako Brimob Pusat.

Pada Tahun 2016 ia dilimpahkan ke Lapas Kelas II A Tuminting untuk menjalani sisa penahanannya.

Kepala Lapas (Kalapas) Kelas II A Tuminting Sulistyo Wibowo, ketika dikonfirmasi, membenarkan pembebasan dari Suhardy.

"Benar, hari ini dia (Suhardy) sudah selesai menjalani masa penahanannya dan juga sudah mengganti uang subsidaer hukumannya. Ia akan kembali ke Poso" jelas Kalapas.

Ia pun berharap kepada Suhardy agar dapat berubah, dan tidak lagi mengikuti paham-paham yang salah.

"Semoga dia menjadi warga negara yang baik, jangan lagi ikut paham-paham yang salah hingga membuat pecah belah bangsa," ujarnya.

Dalam pembebasannya Suhardy, Kalapas mengungkapkan, jika Densus 88 ikut hadir di lokasi.

"Densus 88 hadir di sini juga bersana," tegasnya.

Kasubsi Registrasi Lapas Kelas II A Manado Hendra Lumatauw menjelaskan jika Suhardy sudah menjalani pidana tambahan subsider selama enam bulan.

"Selama di Lapas Manado, yang bersangkutan juga bersifat kooperatif dan selalu ikut kegiatan deradikalisasi," pungkasnya.

Diketahui Suhardy lahir di Poso, 25 November 1985, dan tinggal di Jl. P cabang lorong SDN 10 kel. kaya maya, kecamatan poso.

Suhardy, divonis oleh Pengadilan Negeri Jakarta Utara, dengan pasal 15 jo Pasal 9 Perpu no 1 tahun 2002/Terorisme dengan pidana empat tahun penjara, denda Rp 50 Juta Subsider 6 Bulan Penjara.

Selama menjalani penahannya, ia mendapat remisi selama 10 bulan penjara.

Editor: Eko Sutriyanto
Sumber: Tribun Manado
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com © 2018
About Us
Help