Pesan Terakhir Rizki Sebelum Dipatuk King Kobra yang Ditolongnya saat Banjir

Mereka datang untuk melihat secara langsung kondisi Rizki Ahmad terkini, setelah empat hari ditempatkan di halaman depan rumahnya

Pesan Terakhir Rizki Sebelum Dipatuk King Kobra yang Ditolongnya saat Banjir
Facebook
Rizky (19), pemuda yang telah dinyatakan meninggal dunia secara medis setelah dipatuk ular king kobra peliharaannya saat atraksi di kegiatan car free day (CFD) di Bundaran Besar Kota Palangkaraya, Kalimantan Tengah, Minggu (8/7/2018). 

TRIBUNNEWS.COM, PALANGKARAYA - Rumah Rizki Ahmad (19) pemilik Ular King Cobra yang juga menjadi korban digigit ularnya sendiri di Jalan Danau Rangas, Palangkaraya, hingga, Rabu (11/7/2018) masih ramai dijunjungi oleh warga.

Mereka datang untuk melihat secara langsung kondisi Rizki Ahmad terkini, setelah empat hari ditempatkan di halaman depan rumahnya, yang hanya dinaungi tenda.

Baca: Tak Percaya Rizky Tewas Dipatuk King Kobra, Keluarga Gelar Ritual Ini Selama 7 Hari

Pihak keluarga pun siang tadi membuka kelambu dan kain penutup tenda tempat Rizki dan mempersilakan warga untuk menyaksikan secara langsung dan memegang badan Rizki yang terbaring.

Warga mengatakan, kondisi di dalam tenda tidak ada tercium bau, tubuh Rizki pun saat dipegang juga masih lemas, sehingga keluarganya pun tetap beranggapan, Rizki Ahmad masih hidup dan hanya mengalami mati suri.

Sementara itu, pengakuan Ketua LSR, Agatisanyah, yang menyiarkan secara langsung atau Live di medsos, menerangkan, kondisi Rizki terkini tidak ada bau apapun di sekitar tempat Rizki tidur, sehingga pihak keluarga tetap melakukan ritual malam ini.

Gatis panggilan akrab Ketua LSR organisasi Suwardi Duyen, Ayah Rizki bergabung, mengatakan, orang tua Rizki memang tergolong keluarga biasa saja, ibu Rizki hanya pengumpul bahan-bahan plastik sedangkan ayah Rizki membantu di dapur untuk cuci piring markas LSR.

Bahkan kondisi rumah Rizki di Mendawai sangat perlu dibantu, karena mereka tergolong tak mampu, demikian juga dengan Rizki, dengan Ular King Cobra yang dipeliharanya, selama ini melakukan semacam akrobat di CFD untuk mendapatkan uang dan menafkahi keluarga.

"Pesan terakhir Rizki agar ularnya jangan dibunuh, karena selama ini banyak membantunya untuk mencari nafkah dalam membantu keluarganya. Jadi pertunjukkan ular di bundaran itu untuk mencari nafkah keluarganya," ujar Gatis.

Ular Cobra yang mematok Rizki hingga koma dan dinyatakan pihak RS Doris Sylvanus Palangkaraya meninggal dunia, ditempatkan di wadah khusus semacam aquarium yang diletakkan rak jauh dari kelambu tempat Rizki tidur.

Sehingga orang yang berdatangan bisa langsung melihat kondisi ular dan Rizki yang ditempatkan dalam kelambu."Saya masuk memang tidak ada bau, saya sentuh kulitnya juga masih lemas. (banjarmasinpost.co.id/faturahman)

Editor: Sanusi
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com © 2018
About Us
Help