Hati-hati! Ular Sanca Kembang Berukuran Tidak Lazim Diduga Bersarang di Goa Unengan Mojokerto

Perburuan ular Sanca Kembang di 'Kampung Ular' Dusun Unengan Desa Sekargadung, Kecamatan Pungging, Kabupaten Mojokerto masih terus dilakukan.

Hati-hati! Ular Sanca Kembang Berukuran Tidak Lazim Diduga Bersarang di Goa Unengan Mojokerto
surya/mohammad romadoni
Suasana di gua Unengan (kanan) yang disinyalir menjadi lokasi persembunyian atau sarang ular Sanca Kembang (kiri). 

TRIBUNNEWS.COM, MOJOKERTO - Perburuan ular Sanca Kembang di 'Kampung Ular' Dusun Unengan
Desa Sekargadung, Kecamatan Pungging, Kabupaten Mojokerto masih terus dilakukan.

Warga setempat telah bersiap untuk kembali menangkap ular Sanca Kembang atau Phyton Reticulatus (tidak dilindungi) yang masih bersembunyi di sarangnya di dalam Goa Unengan.

Sebelumnya, dalam kurun waktu enam bulan warga setempat berhasil menangkap sebanyak delapan ekor ular Sanca Kembang berukuran besar masing-masing panjangnya lebih dari 3 meter.

Paling besar warga pernah menangkap ular Sanca Kembang panjangnya lebih dari sekitar delapan meter.

Berdasarkan hasil investigasi anggota Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Jawa Timur wilayah Mojokerto-Sidoarjo melakukan penelusuran di lokasi penangkapan ular tersebut.

Mereka menemukan sarang ular Sanca Kembang yang berada di sekitar Goa Unengan. Hal itu diperkuat adanya jejak bekas ular Sanca Kembang yang berada di mulut goa.

Abdul Khalim, Kepala Resort Konservasi Wilayah Mojokerto-Sidoarjo BBKSDA Jatim mengatakan kondisi geografis di kawasan perkampungan tersebut yang didominasi persawahan, perkebunan hingga goa batu disinyalir merupakan habitat ular Sanca Kembang.

"Lingkungan sekitar cenderung banyak dihuni oleh habitatnya ular karena ada ruang rongga goa yang ditambah banyaknya air disekitarnya," ujarnya, Rabu (18/7/2018).

Menurut dia, habitat jenis ular Phyton Reticulatus ini cenderung menyukai tempat di dekat sumber air yang mempunyai karakteristik kelembapan.

Karena itulah, Ia memperkirakan ada aliran air di dalam goa Unengan lantaran kondisi tanah di tempat itu lembab dan basah.

Halaman
12
Editor: Sugiyarto
Sumber: Surya
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com © 2018
About Us
Help