Burung Belekok dan Kuntul Terancam Kehilangan Rumah di Kampung Belekok Bandung, Ini Penyebabnya

Beberapa tahun ke depan Kampung Belekok, Kelurahan Cisaranten Kidul, Kecamatan Gedebage, Kota Bandung, terancam tanpa ditumbuhi pohon bambu lagi.

Burung Belekok dan Kuntul Terancam Kehilangan Rumah di Kampung Belekok Bandung, Ini Penyebabnya
SERAMBI/M ANSHAR
ilustrasi 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Ery Chandra

TRIBUNNEWS.COM, BANDUNG- Beberapa tahun ke depan Kampung Belekok, Kelurahan Cisaranten Kidul, Kecamatan Gedebage, Kota Bandung,  terancam tanpa ditumbuhi pohon bambu lagi.

Hal itu akibat eksplorasi masif tanpa disertai budidaya. Jika kondisi ini dibiarkan akan berpengaruh pada keseimbangan lingkungan.

Ketua Adat Kampung Belekok, Ujang Safaat (42), berharap agar tidak mengeksplorasi secara besar-besaran dan  ada upaya melestarian pohon bambu berjenis haur hejo (bambusa tuldoides).

Haur hejo di Kampung Belekok selama ini menjadi habitat burung belekok dan burung kuntul yang justru terancam punah wilayah tersebut.

"Kami khawatir hingga tahun ini belum ada satu pun tumbuhan yang ditanam, yang ada malah berkurang. Bambu kini tinggal delapan. Penompang besar ada empat dan kecil juga empat," ujar Ujang di Kampung Belekok, Kamis (19/7/2018).

Selain habitat burung belekok, kata Ujang, pohon bambu juga merupakan penahan erosi di kawasan yang kini berubah fungsi, antara lain jadi area perumahan dan lainnya.

Menurut Ujang Safaat, proses pertumbuhan bambu sangat lama. Misalnya, butuh waktu 6 tahun untuk menghasilkan bambu yang tingginya 5 meter.

Ia berkisah, hingga tahun 1990, sepanjang sungai Kali Mati dan Cinambo di bahu kiri dan kanannya banyak ditumbuhi rumpun bambu besar.

"Kini dibabat akhirnya hilang. Tersisa hanya di permukiman warga. Karena milik warga, jadi tidak diapa-apakan," kata Ujang.

Semua jenis bambu itu mempunyai berbagai nilai yang bermanfaat bagi kehidupan manusia, selain untuk kebutuhan perumahan dan perkakas rumah tangga atau tanaman hias, bambu merupakan jenis pohon yang sangat baik untuk kelestarian lingkungan.

"Manfaatnya banyak seperti cadangan air dalam tanah. Menyerap radikal bebas. Sebagai pemecah angin di dataran rendah. Artinya, saat musim hujan dan kemarau tidak terdampak angin puting beliung," ujarnya. (*)

Editor: Sugiyarto
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved