Soal Keputusan Ijtima Ulama, Tidak Disangka Mahfud Bilang Begini

Indonesia merupakan negara yang beruntung karena menjadi negara besar dengan berbagai suku, ras, kultur dan agama yang beragam

Soal Keputusan Ijtima Ulama, Tidak Disangka Mahfud Bilang Begini
TRIBUNNEWS/Yanuar Nurcholis Majid
Mahfud MD di acara Orasi Kebangsaan Vox Point Indonesia di Kawasan Pasar Baru, Jakarta Pusat, Selasa (31/7/2018). 

Laporan Reporter Tribun Jogja, Ahmad Syarifudin

TRIBUNNEWS.COM, BANTUL- Terkait ijtima ulama dari persaudaraan alumni 212 yang merekomendasikan pasangan calon presiden dari kalangan nasionalis dan agamis, mantan ketua MK, Mahfud MD, mengaku tidak mengenal mereka.

"Saya tidak kenal ulama-ulamanya siapa ya. Ulama itu kan ada puluhan ribu. Katanya ada ulama yang ijtima, saya tidak kenal ulama yang ada di sana. Tetapi ya silahkan saja," ujar Mahfud, saat menjawab pertanyaan wartawan mengenai ijtima ulama tentang capres dan cawapres, Sabtu (4/8/2018).

Pertanyaan wartawan itu diajukan setelah Mahfud MD menjadi keynote speaker dalam seminar kebangsaan di pendopo Parasamya, Bantul, bertema dari Bantul meneguhkan kerukunan menuju Indonesia damai sejahtera.

Mahfud MD yang juga menjabat sebagai Dewan Pengarah Badan Ideologi Pembinaan Pancasila menyampaikan mengenai pentingnya menjaga keberagaman dan toleransi.

Menurutnya, Indonesia merupakan negara yang beruntung karena menjadi negara besar dengan berbagai suku, ras, kultur dan agama yang beragam.

"Indonesia itu laboratorium pluralisme dunia, karena semua perbedaan ada disini. Kultur banyak, agama banyak, Ras banyak, ada Jawa Melayu, china, Arab bahkan Eropa juga ada. Semua bisa bersatu," ujar Mahfud, di hadapan para peserta seminar.

Baca: Mahfud MD Tulis Gus Dur Dilahirkan 4 Agustus, Warganet Bereaksi, Ini Fakta Sebenarnya

Mahfud menjelaskan, Indonesia negara besar yang beragam, memiliki 17.504 pulau dengan jumlah pendukuk lebih dari 250 juta orang.

Jumlah suku ada 1360 dan lebih dari 700 bahasa daerah, namun Indonesia tetap kuat dan sampai hari ini tetap bersatu.

"Mengapa kita tetap bersatu?, Karena kita sepakat memilih satu dasar ideologi yang menyatukan kita semua, yakni Pancasila," ujarnya.

Editor: Eko Sutriyanto
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved