Sepeda Nusantara 2018 di Kabupaten Luwu Timur Diikuti Wisman dari Amerika dan Inggris

Pelaksanaan Sepeda Nusantara Etape 24 Batara Guru di Kabupaten Luwu Timur, Sulawesi Selatan, berlangsung meriah,

Sepeda Nusantara 2018 di Kabupaten Luwu Timur Diikuti Wisman dari Amerika dan Inggris
ist
Sepeda Nusantara 2018 di Kabupaten Luwu Timur Diikuti Wisman dari Amerika dan Inggris 

TRIBUNNEWS.COM, LUWU TIMUR - Pelaksanaan Sepeda Nusantara Etape 24 Batara Guru di Kabupaten Luwu Timur, Sulawesi Selatan, berlangsung meriah, Minggu (12/8/2018).

Semua kalangan tumpah ruah dalam program unggulan Kemenpora dibawah Menpora Imam Nahrawi yang mengajak masyarakat untuk bergerak, berolahraga.

Tak hanya orang dewasa yang mengayuh sepedanya, namun anak-anak hingga remaja pun turut serta, bahkan turis asing asal Amerika dan Inggris juga menyatu dengan masyarakat lokal mengikuti program dibawah payung Ayo Olahraga ini.

Peserta Sepeda Nusantara asal Amerika bernama Hudson Fox dan Sivan Rosenthal, sedangkan turis asal Inggris bernama John Peter dan Kia Gabriela.

Kedua pasangan sejoli yang masih muda ini sengaja datang ke hamparan tanah bernama City Center Luwu Timur sebagai tempat start dan finish Sepeda Nusantara 2018.

"Saya apresiasi kegiatan (Sepeda Nusantara) ini. Bagus untuk menggerakkan masyarakat berolahraga. Apalagi bersepeda itu olahraga murah dan bisa dilakukan siapapun. Saya senang bisa berada di tengah-tengah peserta," jelas Sivan Rosenthal yang mengaku baru pertama kali datang ke Indonesia, bahkan ke daerah Luwu Timur ini.

Demikian juga dengan Hudson dan John, juga Kia. Pas, di saat pertama menikmati panorama dan suasana di Luwu Timur, mereka dilibatkan dalam kegiatan masyarakat seperti Sepeda Nusantara 2018. Apa kesannya?

"Luar biasa. Heboh acaranya. Kami sangat senang bisa terlibat di acara di tempat kami kunjungi. Ini kesempatan langka apalagi ini kali pertama kami ke Indonesia. Semoga acara seperti ini bisa dijaga dan dilaksanakan setiap tahun. Bersepeda merupakan salahsatu cara untuk mengajak masyarakat berolahraga dan menjaga kesehatan," ungkap Hudson.

Saking antusiasnya, dua pasangan sejoli yang menginap di daerah Soroako ini memakai baju adat Luwu Timur. Ini sebagai upaya mereka menyatu dengan masyarakat sekitar. Untuk Hudson dan Peter memakai baju adat Kajangki dari Suku Woti Kabupaten Luwu Timur. Kemudian yang Sivan dan Kia memakai baju adat Suku Padoi juga masih di wilayah Luwu Timur.

Tak hanya memakai baju adat, mereka juga ikut melakukan senam poco-poco bersama peserta Sepeda Nusantara sebelum genjot sepeda menaklukkan rute sepanjang 8 kilo meter, di mana rute dari Sepeda Nusantara di Luwu Timur ini mengelilingi Kota Malili yang merupakan Ibu Kota Kabupaten Luwu Timur.

"Saya senang sebagai masyarakat Luwu Timur. Kegiatan ini sebagai ajang silaturahmi sesama warga selain untuk gairahkan olahraga. Kami berharap kegiatan ini bisa dilaksanakan setiap tahun agar kebersamaan semakin kuat antarsesama warga," kata Nur Hikmah, polwan berpangkat Bripda ini.

Halaman
12
Editor: Toni Bramantoro
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com © 2018
About Us
Help