Gara-gara Asap Kebakaran Lahan, Sekolah di Kubu Raya Libur Dua Hari

Pemerintah Kabupaten Kubu Raya meliburkan aktivitas sekolah mulai tingkat Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD), TK, SD, dan SMP.

Laporan Wartawan Tribun Pontianak, Try Juliansyah

TRIBUNNEWS.COM, KUBU RAYA - Kabut asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang menyelimuti sejumlah wilayah di Kalimantan Barat khususnya Kabupaten Kubu Raya kian mengkhawatirkan.

Selain berdampak buruk terhadap lingkungan, asap pun mulai mengancam kesehatan warga.

Merespons hal itu, Pemerintah Kabupaten Kubu Raya meliburkan aktivitas sekolah mulai tingkat Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD), TK, SD, dan SMP.

Libur dimulai tanggal 20-21 Agustus dan masuk kembali pada 23 Agustus.

“Memperhatikan kondisi cuaca yang tidak sehat sebagai akibat kabut asap kebakaran hutan dan lahan, maka Pemerintah Kabupaten Kubu Raya akan meliburkan siswa PAUD, TK, SD, dan SMP mulai tanggal 20 dan 21 Agustus dan masuk kembali tanggal 23 Agustus,” kata Bupati Kubu Raya Rusman Ali, Minggu (19/8).

Permintaan untuk tidak membakar hutan dan lahan sebelumnya telah disampaikan Bupati Rusman Ali pada momen peringatan HUT ke-73 Republik Indonesia di Kantor Bupati Kubu Raya.

Rusman menyebut di Kubu Raya cukup banyak petani yang menerapkan sistem ladang berpindah. Namun teknik yang digunakan dalam membuka lahan seringkali dengan cara membakar.

Akibatnya udara tercemar bahkan berpengaruh pada berbagai sektor kehidupan.

“Yang paling enak itu membakar. Untuk itu saya mohon kepada semua tokoh masyarakat mulai kepala desa, RW, hingga RT tolong disampaikan kepada masyarakat atau teman-teman petani. Tolong jangan membakar. Ini waktu-waktu yang rawan. Waktu-waktu yang sangat mengerikan,” kata Rusman.

Halaman
12
Editor: Hendra Gunawan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com © 2018
About Us
Help