Mahasiswa di Jogja Laporkan Ujaran Kebencian yang Berpotensi Memantik Konflik

Rompal Ariska, ketua organisasi mahasiswa asal Sumatera menyayangkan adanya ujaran kebencian yang ditujukan pada rekan-rekan satu daerahnya.

Mahasiswa di Jogja Laporkan Ujaran Kebencian yang Berpotensi Memantik Konflik
TRIBUNJOGJA.COM / Alexander Ermando
Melki AS, penasihat organisasi mahasiswa asal sebuah provinsi di Sumatera menunjukkan barang bukti di Polda DIY, Senin (17/09/2018). 

Laporan Reporter Tribun Jogja, Alexander Ermando

TRIBUNNEWS.COM, SLEMAN - Rompal Ariska, ketua organisasi mahasiswa asal Sumatera menyayangkan adanya ujaran kebencian yang ditujukan pada rekan-rekan satu daerahnya.

Menurut Rompal, ia bersama sekitar 3000 mahasiswa asal sebuah provinsi di Sumatera datang ke Yogyakarta bukan untuk memancing konflik dengan warga setempat.

"Kami datang ke sini untuk menimba ilmu, ingin belajar dan rukun dengan warga di sini," jelas Rompal di Polda DIY, Senin (16/09/2018).

Dari pantauan Tribunjogja.com, mewakili rekan-rekannya sesama mahasiswa, Rompal didampingi penasihat datang ke Polda DIY.

Mereka melaporkan dua akun Facebook atas tuduhan ujaran kebencian.

Rompal menuturkan, dua akun tersebut sebelumnya pernah mengeluarkan komentar-komentar negatif dan rasis terhadap mereka.

Peristiwa tersebut terjadi pada 2016 silam.

Saat itu, mereka melakukan pertemuan dengan seorang pemilik akun untuk mediasi.

Namun yang muncul hanya anggota keluarganya.

Halaman
12
Editor: Sugiyarto
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com © 2018
About Us
Help